LIPSUS Belitung Merambah Mancanegara

Devi Valeriani: Penguatan Ekspor Produk UMKM

Kunci utama agar UMKM bisa bersaing menerobos pasar ekspor adalah produk yang dihasilkan diyakini memiliki kualitas yang stabil.

Devi Valeriani: Penguatan Ekspor Produk UMKM
semeabb
Dr Devi Valeriani SE MSi, Dosen Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB). 

Penguatan Ekspor Produk UMKM

oleh Devi Valeriani (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung)

POSBELITUNG.CO - PENTINGNYA keberadaan bisnis UMKM hingga saat ini sangat dirasakan tidak hanya secara regional sebagai sumber peningkatan ekonomi keluarga, namun telah menjadi perhatian nasional..

Bahkan UMKM hingga akhir Tahun 2019 telah mampu menyerap hingga 89,9 persen tenaga kerja, 60,34 persen menyumbang dari total produk domestik bruto (PDB)14,17 persen dari total ekspor dan 58,18 dari total investasi.

Kunci utama agar UMKM bisa bersaing menerobos pasar ekspor adalah produk yang dihasilkan diyakini memiliki kualitas yang stabil. Artinya dari sisi standar bentuk, rasa, ukuran, kemasan dan harga yang sudah terjamin.

Kondisi ini mengharuskan pelaku UMKM tidak lagi menggunakan teknologi tradisional yang menggunakan perkiraan dalam mengatur besaran ukuran produknya maupun rasa. Untuk itu proses produksi harus menggunakan teknologi yang mampu memproduksi secara massal dan cepat.

Walaupun dengan bantuan teknologi pelaku UMKM tetap harus memiliki keterampilan dan keahlian mengenai produk yang dihasilkannya, agar dapat terus melakukan pengembangan terkait dengan varian-varian dari produknya dan sebagai upaya untuk menahan serangan dari pesaing-pesaing yang menghasilkan produk sejenis. Harapan lainnya dengan teknologi maka kuantitas, kualitas produk dan harga menjadi lebih kompetitif.

Tingginya tingkat persaingan saat ini memaksa pelaku UMKM harus mampu melakukan promosi secara agresif. Pilihan promosi yang tepat saat ini adalah dengan promosi digital (go digital).

Melalui promosi digital maka jangkauan pangsa pasar produk yang dihasilkan akan lebih luas diketahui dan bagi pelaku UMKM biaya promosi pun menjadi lebih murah.

Perlu menjadi perhatian pemerintah daerah setempat bagaimana untuk membentuk Pusat Pengembangan UMKM berbasis teknologi informasi yang dibangun di setiap kota/kabupaten atau jika mungkin di setiap kecamatan hingga desa sehingga masing-masing pemerintah kabupaten/kecamatan/desa dapat memfasilitasi pelaku UMKM dalam memasarkan produknya.

Halaman
12
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved