LIPSUS Belitung Merambah Mancanegara

KISAH-Kisah Para Pelaku UMKM Menghantarkan Produk Belitung Merambah Mancanegara

Produk-produk dari berbagai sektor usaha telah menembus pasar mancanegara. Ada yang dilakoni oleh seorang pemuda berusia 27 tahun bernama Yusuf

KISAH-Kisah Para Pelaku UMKM Menghantarkan Produk Belitung Merambah Mancanegara
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Pemilik UMKM Murni Richard Sutrisno dan Cucu Maryati. Lada putih jadi satu komoditas ekspor dari Belitung. 

POSBELITUNG.CO -  USAHA mikro kecil dan menengah (UMKM) di Pulau Belitung makin bertumbuh. Ini seiring perkembangan pariwisata di daerah..

Produk-produk dari berbagai sektor usaha tak hanya dipasarkan di lokal maupun nasional. Tapi kini telah menembus pasar mancanegara.

Beberapa di antaranya teripang, kopi dan minyak serai. Namun pemasarannya tidak melalui ekspor langsung, tetapi melalui pengepul di Jakarta dan kemudian dikirim ke negara tujuan.

Seperti halnya Muchammad Yusuf yang menggeluti pasar teripang. Sejak 2016 lalu, Yusuf berhasil memasarkan teripang atau gamat hingga menembus pasar Australia.

Meskipun masih skala kecil antara 50-60 kilo perbulan, namun pria berusia 27 tahun itu rutin mengirim setiap bulan. Bahkan saat ini, Yusuf masih menjajaki pasar Korea dan Hongkong demi pemgembangan bisnisnya.

"Yang masih progres itu Korea, mungkin dalam jangka minggu depan kontraknya keluar dari mereka. Kalau yang Hongkong itu orangnya belum bisa dihubungi, tapi masih diupayakan untuk komunikasi terus," ujar ayah satu anak itu kepada Pos Belitung, Rabu (15/1) lalu.

Teripang
Teripang (Pos Belitung / Dede Suhendar)

Usaha yang dilakoni Yusuf bukan tanpa kendala. Pada 2016 silam, belum satu pun perusahaan ekspedisi mengirim barang langsung dari Belitung menuju Australia.

Terlebih dirinya juga belum berpengalaman menjalin bisnis hingga ke Negeri Kanguru itu. Akhirnya Yusuf mendatangi Kantor Pos Tanjungpandan untuk mengirimkan teripang pesanan pelanggannya.

"Pos pun awalnya tidak yakin, tapi dicoba dulu dan akhirnya barang itu ditolak. Alasannya barang yang aku kirim itu ilegal di sana," ungkapnya.

Yusuf lalu berkomunikasi dengan buyer di Australia terkait aturan pengiriman teripang dan ternyata memang dibolehkan. Ternyata penolakan yang dilakukan hanya miskomunikasi dengan petugas mitra ekspedisi Australia.

Halaman
1234
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved