Breaking News:

Berita Belitung

Pemkab Belitung Bahas Program Satu Desa Satu Destinasi Wisata, Begini Targetnya Tahun Ini

Sehingga strategi - strategi untuk membangun obyek wisata baru di Belitung bisa terlaksana dengan cepat dan terarah.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Dedi Qurniawan
posbelitung.co / Disa Aryandi
Hermanto 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemerintah Kabupaten Belitung menggelar rapat pembahasan program Tusena, Rabu (23/1/2020).

Program Tusena adalah program satu desa satu destinasi wisata setiap satu tahun yang bersifat tematik.

Rapat yang terlaksana di ruang rapat Bupati Belitung itu dipimpin oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Belitung Hermanto.

Ia mengatakan, rapat membahas breakdown program pembangunan destinasi wisata di Negeri Laskar Pelangi.

Sehingga strategi - strategi untuk membangun obyek wisata baru di Belitung bisa terlaksana dengan cepat dan terarah.

"Ini juga sebelumnya sudah masuk dalam FGD, tapi perlu di-breakdown lagi. Sehingga bisa diterapkan di seluruh desa, tapi tetap harus dilakukan secara bertahap, dan mana yang desa yang menjadi skala prioritas," ungkap Hermanto kepada Posbelitung.co, kamis (23/1/2020).

Khusus untuk 2020 ini, direncanakan harus ada 10 Desa Tusena yang terwujud di Kabupaten Belitung. 10 desa tersebut tersebar di setiap kecamatan serta di luar dari 16 desa wisata yang sudah ditetapkan.

10 Desa Tusena ini sebagai bentuk melengkapi dan menambah nama-nama desa wisata yang ada di Belitung.

"Tadi sudah diperdalam lagi, apa - apa saja potensi yang ada di desa tersebut. Itu tadi sudah disepakati untuk Kecamatan Sijuk, Membalong, dan Badau dua desa harus ada program Tusena. Nah untuk Kecamatan Selat Nasik, ini hanya ada 4 Desa, tapi tiga desanya sudah desa wisata, jadi satu desa saja," ujarnya.

Pemdes Air Merbau Sedang Bahu-membahu Sulap Kolong Jadi Destnasi Wisata

Sedangkan untuk Kecamatan Tanjungpandan harus tiga desa Tusena lantaran mengambil kuota dari Kecamatan Selat Nasik.

Hermanto mengatakan, mulai sekarang, setiap desa harus menggali potensinya masing - masing, dan diusahakan untuk berbeda-beda.

"Bentuknya nanti harus berbeda-beda, misalkan Desa A bentuknya apa, ada potensi alam, ada potensi budaya, dan nanti kami akan lihat, mana yang kuat. Yang kuat misalkan potensi alam, nah itu yang diprioritaskan, yang lain seperti budaya dan UKM untuk memperkuat lagi," jelasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved