Breaking News:

Ternyata Sebutan Imlek Hanya Ada di Indonesia Lo!

Namun, kalian tahu nggak sih kalau ternyata sebutan "imlek" ini cuma ada di Indonesia?

Posbelitung/suharli
Mencuci lampion lama, seorang warga, mencuci dan membersihkan lampion jelang Imlek, di Vihara Dewi Kwan Im, Damar, Belitung Timur. Rabu (22/1/2020) 

POSBELITUNG.CO - Hari ini, Sabtu 5 Desember 2020, etnis Tionghoa merayakan Tahun Baru Cina atau yang di negara kita juga dikenal dengan sebutan "Imlek".

Namun, kalian tahu nggak sih kalau ternyata sebutan "imlek" ini cuma ada di Indonesia?

Menurut Kepala Kajian dan Riset Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina) Aji Bromokusumo, sebutan “imlek” lahir melalui proses serapan penduduk Nusantara terhadap istilah Hokkian, “yin li”.

Kata "yin li" ini artinya lunar calendar atau kalender bulan. Jadi tahun baru Cina itu sama dengan tahun baru Islam karena dihitung berdasarkan peredaran bulan.

Sedangkan kata "Imlek" juga diambil dari penamaan kalender. "Im" artinya bulan dan "Lek" yaitu penanggalan.

Di Cina sendiri, istilah untuk perayaan ini disebut sebagai “chunjie” yang secara bebas dapat diterjemahkan sebagai festival menyambut musim semi.

Sedangkan apabila istilah tersebut diterapkan di Indonesia akan menjadi aneh, karena di Indonesia nggak mengalami musim semi.

Disamping itu, beberapa kalangan keturunan Tionghoa di Indonesia pun kerap menyebut Tahun Baru Cina sebagai “sincia”.

Penyebutan tersebut sama-sama diserap dari dialek Hokkian untuk menyebut “xin zheng” yang dibaca “sin ceng”.

Di tempat terpisah, masih menurut Aji, istilah “xin zheng” merupakan singkatan  dari istilah “xin zheng yue” yang berarti “bulan pertama yang baru”.

Halaman
12
Editor: Novita
Sumber: Hai-online.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved