Petani Gagal Panen Imbas Kekeringan, Harga Cabai Makin Pedas

Petani memprediksi musim hujan sudah mulai datang yang artinya mereka bisa mulai menanam cabai.

Petani Gagal Panen Imbas Kekeringan, Harga Cabai Makin Pedas
tribun medan
Pedagang cabai merah. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Harga cabai di pasar masih saja tinggi sejak beberapa minggu terakhir. Di Jakarta, harga cabai jenis rawit bahkan sudah menembus Rp 90.000 per kilogramnya.

Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid mengungkapkan, lonjakan harga cabai dalam beberapa waktu terakhir terjadi karena banyak petani yang gagal panen imbas kekeringan panjang akhir tahun lalu.

"Cabai saya informasikan naiknya luar biasa, terutama cabai rawit. Penyebab pertama itu iklim, karena banyak petani cabai kita salah memprediksi," ucap Hamid kepada Kompas.com, Jumat (31/1/2020).

Dia mencontohkan, pada Oktober lalu, petani memprediksi musim hujan sudah mulai datang yang artinya mereka bisa mulai menanam cabai.

"Ternyata kondisinya Oktober belum hujan, sampai November juga ternyata belum hujan juga. Sementara banyak petani sudah terlanjur tanam di bulan itu buat dipanen nanti (Januari)," jelas Hamid.

Akibat kekeringan tersebut, banyak tanaman cabai petani gagal panen. Ini membuat pasokan cabai di bulan pertama 2020 anjlok yang berimbas pada harga di pasaran.

"Ternyata banyak nggak panen, karena masih kekeringan. Banyak tanaman cabai mati, air yang ditunggu tidak datang. Memang ada yang panen, tapi jumlahnya sangat sedikit," ujarnya.

Selain kekeringan, hujan yang datang berhari-hari di sejumlah daerah sentra cabai juga membuat tanaman cabai tak bisa segera dipanen. Jika petani tetap memaksa panen cabai saat kondisi hujan, malah akan membuat cabai cepat rusak sebelum sampai ke pasar.

"Nah sekarang sudah hujan, masalahnya lagi hujannya kebanyakan. Januari ini kan hujan terus, itu juga banyak sebabkan banyak cabai mati dan susah dipanen, sekitar 60 persen (rusak)," terang Hamid. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Sebab Harga Cabai Makin Pedas",

Editor: tedja pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved