Breaking News:

Catatan Guo Jing Warga Wuhan, Dari Merasa Tak Berdaya dan Sedih Hingga Bangkitkan Semangat Hidup

Kondisi ini tentu saja meninggalkan efek psikologis bagi bagi masyarakat sehingga membuat Kota Wuhan seperti kota mati.

Editor: nurhayati
Twitter @ChuBailiang
Para pekerja di jasa pengiriman masih disibukkan mengepak paket obat-obatan untuk keselamatan bersama. 

POSBELITUNG.CO-- Maraknya pemberitaan mengenai Virus Corona membuat masyarakat panik. Sebenarnya bukan soal Virus Corona yang membawa kematian yang ditakutkan tetapi image yang dibangun sehingga memunculkan ketakutan yang dialami oleh warga khususnya di Kota Wuhan di China.

Kondisi ini tentu saja meninggalkan efek psikologis bagi bagi masyarakat sehingga membuat Kota Wuhan seperti kota mati. 

Apalagi pihak pemerintah China sudah mengisolir Kota Wuhan. Jika pemerintah setempat bijak tentu saja masyarakat tetap beraktivitas seperti sedia kala tanpa memunculkan ketakutan akan Virus Corona sehingga pelayanan kesehatan, kebutuhan hidup hingga pelayanan fasilitas umum tetap berjalan seperti biasa.

Kondisi ini diungkap oleh Guo Jing, 29 tahun, seorang pekerja sosial yang tinggal sendirian yang tinggal di Wuhan, kota di China yang menjadi pusat penyebaran wabah virus corona yang membuat dunia khawatir.

Sejak 23 Januari, kota itu diisolasi untuk mencegah meluasnya penyebaran penularan.

Tak ada transportasi, toko-toko dan bisnis tutup, penduduk diminta tinggal di dalam rumah.

Seminggu terakhir ia menulis catatan harian. Jing membagikannya dengan BBC.

Kamis 23 Januari - hari penutupan kota

Saya bangun tidur dan mendengar kota sudah ditutup. Saya tak paham apa ini artinya, berapa lama akan berlangsung dan persiapan apa yang harus saya lakukan.

Banyak berita yang menyebalkan. Banyak pasien tak tertampung rumah sakit karena kurangnya tempat. Mereka tak dapat perawatan yang layak.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved