Berita Belitung
Belitung Bakal Jadi Persinggahan Kapal Pesiar dari Singapura dan Australia
Kabupaten Belitung akan menjadi persinggahan bagi kapal persiar (cruise) yang membawa wisatawan dari mancanegara.
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Ardhina Trisila Sakti
POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kabupaten Belitung akan menjadi persinggahan bagi kapal persiar (cruise) yang membawa wisatawan dari mancanegara.
Rencana itu telah dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Direktur Utama PT Destination Asia I Ketut Sediya Yasa, Direktur Utama PT Belitong Mandiri M Azrul Azwar, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Batu Belitung Indonesia dan diketahui oleh Bupati Belitung Sahani Saleh bertempat di Hotel Biliton, Minggu (2/2/2020).
Area sekitar Pulau Lengkuas dipilih sebagai titik labuh kapal pesiar karena dekat dengan destinasi andalan Negeri Laskar Pelangi.
"Belitung selama ini dilewati jalur kapal pesiar dari Singapura maupun Australia, jadi ada dua rute. Itu adalah potensi, jadi tinggal bagaimana menangkap peluang itu," ujar Direktur Utama PT Destination Asia I Ketut Sediya Yasa saat ditemui posbelitung.co.
Ia menjelaskan selama kapal pesiar yang berlayar dari Singapura kerap melintasi Indonesia mulai dari Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Lombok, Pulau Komodo sampai Australia.
Begitu sebaliknya yang berlayar dari Australia yang sering melewati jalur yang sama.
Sedangkan untuk musim berlayar dimulai pada Oktober hingga akhir Maret mengingat negara-negara di Eropa sedang dilanda musim dingin.
Meskipun demikian, lanjut Ketut untuk menjadi persinggahan sebuah kapal pesiar harus memiliki infrastruktur pendukung, terutama dermaga.
Menurutnya jika sebuah wilayah belum memiliki dermaga besar sebagai tempat sandar, maka bisa menyiapkan dermaga dengan kedalaman minimal 2,5 meter.
"Jadi kapal pesiarnya lego jangkar di tengah nanti penumpangnya diangkut dengan tender boat cruise," ungkapnya.
Ia menilai Belitung memiliki berbagai potensi wisata yang luar biasa hanya saja perlu digali sebagai ikonik.
Berdasarkan pantauannya, Tarsius di Bukit Peramun, Kecamatan Sijuk bisa menjadi suguhan utama bagi wisatawan cruise.
Karena areanya didukung dengan suasana hutan yang masih terjaga dan masih terdapat banyak tanaman obat tradisional.
"Itu belum ada di Indonesia, jadi bisa ditata lagi destinasinya agar lebih menarik. Kami punya satu kostumer yang hanya ingin masuk ke Taman Nasional Tangkoko di ujung Pulau Sulawesi hanya untuk melihat Tarsius," ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, kondisi geografis Belitung yang dekat dengan Singapura sebagi hub penumpang menambah potensi untuk dijadikan destinasi weekend kapal pesiar.
(posbelitung.co/Dede Suhendar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/penandatanganan-nota-kesepahaman.jpg)