Berita Belitung

Kasus Remaja Hisap Lem Sempat Hilang, Kini Muncul Lagi, Begini Tanggapan DPRD Belitung

Pemerintah Kabupaten Belitung diminta untuk tanggap akan persoalan itu, lantaran penyalahgunaan lem ini kembali ditemukan.

Kasus Remaja Hisap Lem Sempat Hilang, Kini Muncul Lagi, Begini Tanggapan DPRD Belitung
net
ILustrasi mabuk 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Sejumlah pelajar dan anak putus sekolah dengan usia remaja di Kabupaten Belitung, ditemukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung sedang menghisap lem aibon.

Adanya penyalahgunaan tersebut, membuat Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Indrianto sangat prihatin.

Pemerintah Kabupaten Belitung diminta untuk tanggap akan persoalan itu, lantaran penyalahgunaan lem ini kembali ditemukan.

"Soal hisap lem ini sudah lama hilang, tapi kini kembali muncul, dan ini harus di tanggapi dengan serius, jangan sampai jadi fenomena gunung es. Rusak generasi bangsa kalau seperti ini, apalagi dampak dari lem itu bisa membuat saraf manusia rusak," ungkap Indrianto kepada Pos Belitung, Selasa (4/2).

Ini, kata Indrianto, harus menjadi perhatian bersama, lantaran pada paripurna di DPRD Kabupaten Belitung persoalan menghisap lem tersebut, belum sempat tersampaikan, lantaran di anggap sudah clear.

"Karena informasi - informasi nya sudah tidak ada lagi, yang muncul ya masalah arak. Ini betul - betul harus di sikapi secara betul - betul, peredaran di toko - toko juga harus mulai di lakukan pengawasan," ucapnya.

Lanjut dia, persoalan ini tentu menjadi pemicu berbagai permasalahan, seperti kecelakaan dan penyakit masyarakat.

Sehingga, DPRD sangat berharap Pemerintah harus melakukan upaya serius, agar tidak ada lagi persoalan tersebut.

"Kami harapan juga, bukan hanya pengguna yang diberikan pembinaan, tapi penjual nya harus diberikan pembinaan. Kami minta juga kepada penjual, agar tidak menjual lem aibon kepada orang yang di anggap akan menyalahgunakan," bebernya.

Penjual juga, diminta oleh Indrianto, untuk tidak memberikan kepada remaja yang membeli dengan jumlah banyak.

"Kami minta untuk lebih peduli dengan generasi bangsa ataupun masa depan anak - anak. Jangan melihat nilai ekonomis saja lebih selektif, tapi kepedulian nya," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved