Rumah Sakit Virus Corona Dibangun Kilat Viral, Normalnya Selesai 2 Tahun, RS Kilat Kedua Siap Kamis

Rumah Sakit Virus Corona Dibangun Kilat Viral, Normalnya Selesai 2 Tahun, RS Kilat Kedua Siap Kamis

Pemerintah Huanggang / Via: Daily Mail
Rumah Sakit Corona Virus pertama di China. 

Rumah Sakit Virus Corona Dibangun Kilat Viral, Normalnya Selesai 2 Tahun, RS Kilat Kedua Siap Kamis

POSBELITUNG.CO -- Rumah sakit untuk penanganan pasien yang dicurigai hingga terpapar Virus Corona viral belakangan ini.

Adapun rumah sakit dengan seribu tempat tidur itu selesai dibangun hanya dengan waktu singkat.

Sejumlah fakta pun terkuak, mulai dari pembangunan disiarkan langsung hingga biasanya proyek dikerjakan normal 2 tahun.

Rumah sakit pertama khusus pasien terinfeksi virus corona di kota Wuhan, provinsi Hubei, China Tengah, bernama Huoshenshan rampung kerjakan kilat selama 8 hari. (Xinhua.net)
Rumah sakit pertama khusus pasien terinfeksi virus corona di kota Wuhan, provinsi Hubei, China Tengah, bernama Huoshenshan rampung kerjakan kilat selama 8 hari. (Xinhua.net)

Dikutip dari mothership.sg, China membangun rumah sakit virus Wuhan dalam 10 hari.

Padahal menurut media pemerintah biasanya akan memakan waktu 2 tahun untuk menyelesaikan bangunan dengan kapasitas serupa.

China membangun rumah sakit darurat dalam 10 hari dan menyerahkan kepercayaaan kepada militer Tiongkok untuk melakukan pengawasan.

Virus Corona Merebak, di China Kini Muncul Virus Flu Burung, Kemenkes Koordinasi dengan Kementan

Hari ini terima pasien

Sebuah pasukan diberikan kendali atas Rumah Sakit Huoshenshan yang hampir selesai pada hari Minggu, 2 Februari, yang dibangun dalam waktu singkat untuk merawat pasien virus Wuhan.

Rumah sakit 1.000 tempat tidur itu dijuluki "Gunung Api Dewa",  menerima pasien pertamanya pada hari Senin, 3 Februari, hanya 10 hari setelah pembangunan dimulai.

Sekitar 1.400 petugas medis militer akan merawat pasien.

Dari jumlah tersebut, 950 orang berasal dari rumah sakit yang berafiliasi dengan Pasukan Dukungan Logistik Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA), dan 450 dari universitas medis angkatan darat, angkatan laut dan udara PLA yang dikirim ke Wuhan sebelumnya.

Banyak staf terlibat dalam perang melawan virus korona lain, SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang menewaskan sekitar 650 orang di daratan Cina dan Hong Kong pada 2002 hingga 2003, kata kantor berita resmi Xinhua.

Teddy Ungkap Perasaannya soal Perhiasan Lina Jubaedah Senilai Rp 2 Miliar Disebut-sebut Hilang

Normalnya 2 tahun

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved