Breaking News:

Razia Tengah Malam

Ini Cerita Pengalaman Pemuda di Belitung Pernah Mabuk Gunakan Obat Batuk

Obat batuk yang ditemukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Sabtu (8/2/2020)

Posbelitung.co/Disa Aryandi
Obat batuk (warna kuning di atas meja), Sabtu (8/2/2020) saat di amankan oleh petugas Satpol PP Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Obat batuk yang ditemukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Sabtu (8/2/2020) diduga telah disalahgunakan oleh remaja perempuan yang berstatus pelajar.

Obat itu, disebut - sebut bisa membuat tenang setelah dikonsumsi dengan jumlah banyak.

Ternyata untuk penyalahgunaan obat batuk ini, bukan baru-baru ini dipergunakan untuk mabuk. Namun harus dikonsumsi dengan jumlah yang banyak, bahkan ada yang sudah pernah lima papan mengkonsumsi obat itu, dalam satu kali minum.

Seorang lelaki berinisial ME (17) warga Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, adalah satu di antara remaja lainnya yang diamankan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Belitung saat sedang nongkrong di pesisir pantai Jalan Patimurah atau biasa di sebut Tanah Merah (TM), Kelurahan Tanjung Pendam, Tanjungpandan.

Lelaki yang putus sekolah ini, diamankan oleh petugas bukan karena mengkonsumsi obat batuk itu. Namun ketika tertangkap, ia sedang mengkonsumsi minuman tuak bersama dua sahabatnya yaitu Dani (20) warga Telok Dalam, Desa Juru Seberang, dan Maulana (21) warga Jalan Pemuda, Desa Aik Rayak..

ME bercerita, sempat mengkonsumsi obat batuk tersebut, terakhir sekitar tiga bulan lalu. Ia mengkonsumsi obat batuk ini tak tanggung-tanggung yaitu empat papan sekaligus atau sama dengan 16 butir obat.

Obat itu di dapat oleh ME, dengan cara membeli secara langsung di toko.

"Sekitar tiga bulan lalu lah terakhir makan obat itu, tapi sekarang sudah tidak lagi, ya sudah berhenti lah. Minum saja sudah mulai mengungari sedikit - sedikit," cerita ME kepada Posbelitung.co, sabtu (8/2/2020).

Kali pertama ME mengkonsumsi obat batuk itu tahun 2017 lalu, dan satu kali makan obat ini empat papan sekaligus. Dulu, ME biasa mengkonsumsi obat tersebut setiap ingin 'ngayau' (jalan- jalan).

Awalnya, ia mengetahui obat itu bisa digunakan untuk mabuk, dari cerita rekan- rekannya.

Halaman
1234
Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved