Breaking News:

Razia Tengah Malam

Temukan Tiga Ember Besar Minuman Tuak, Petugas Satpol PP Belitung Langsung Lakukan Penyitaan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Jumat (7/2/2020) mengamankan tiga ember besar minuman tuak.

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Ist/Dok Satpol PP
Petugas Satpol PP Belitung, Jumat (7/2/2020) malam ketika mengamankan minuman tuak dari salah satu penjual. 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Jumat (7/2/2020) mengamankan tiga ember besar minuman tuak.

Minuman itu didapati oleh petugas dari warung yang beralamatkan di Jalan Perumnas, Desa Aik Pelempang Jaya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Petugas mendapati warung tersebut menjual minuman tuak, setelah mendapatkan informasi dan laporan dari masyarakat..

Setelah beberapa hari menggali informasi tersebut, lantas petugas langsung bergerak untuk melakukan razia.

"Kebetulan saat kami razia kesitu, ada orang yang sedang membeli, jadi langsung kami pergoki dan menemukan setengah ember minuman tuak," ungkap Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Belitung Saparudin kepada Posbelitung.co, Sabtu (8/2/2020).

Namun petugas kembali melakukan upaya pengecekan lebih dalam di warung tersebut dan kembali menemukan minuman tuak sebanyak dua ember setengah..

Petugas Satpol PP Belitung, Jumat (7/2/2020) malam ketika mengamankan minuman tuak dari salah satu penjual
Petugas Satpol PP Belitung, Jumat (7/2/2020) malam ketika mengamankan minuman tuak dari salah satu penjual (Ist/dok Satpol PP)

Minuman itu awalnya di sembunyikan dibagian belakang warung sekaligus rumah tersebut.

"Awalnya pemiliknya bilang hanya setengah ember itu saja, tapi setelah kami geledah ada yang lain juga. Jadi semua langsung kami amankan dan kami bawa ke kantor untuk dijadikan barang bukti," kata Saparidin.

Kata Saparudin, mereka tetap akan memanggil penjual minuman tuak tersebut pada Senin (10/2/2020), untuk keperluan dimintai keterangan dan diberikan pembinaan agar penjual tidak lagi menjual minuman tersebut.

"Minuman tuak ini, bahayanya apabila dicampur dengan obat lain, dan ini tentu bisa merusak generasi bangsa. Ini yang sangat kami sayangkan," ingat Saparudin. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved