Berita Belitung

Jelang UNBK SMP, Jumlah Siswa Peserta Bisa Berubah

Setelah diperbarui lagi per Februari terdapat 2.667 siswa atau terjadi pengurangan 9 siswa yang akan mengikuti UNBK.

Jelang UNBK SMP, Jumlah Siswa Peserta Bisa Berubah
Dokumen Pos Belitung
Ilustrasi Kegiatan Simulasi UNBK di Smp 1 Sijuk / istimewa dokumen dinas pendidikan. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Jelang ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP yang akan berlangsung 20-22 April mendatang beragam persiapan sudah dilakukan.

Mulai dari simulasi yang telah dilakukan pada November lalu. Berikutnya simulasi akan dilakukan Maret, disusul sinkronisasi pada 16-17 April nantinya.

Menurut data yang dihimpun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung pada Desember 2019 lalu, ada 2.676 siswa calon peserta UNBK 2020 ini.

Namun setelah diperbarui lagi per Februari terdapat 2.667 siswa atau terjadi pengurangan 9 siswa yang akan mengikuti UNBK.

"Berkurangnya itu biasanya ada yang mutasi atau keluar daerah. Jumlah ini memang belum final, data ini bisa berubah, kalau sudah di-entry ke data nominasi tetap, itu baru final. Kalau sekarang baru data nominasi sementara," kata Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Sutawijaya, Rabu (12/2/2020).

Lebih lanjut nanti akan ada 32 siswa yang akan melaksanakan UNBK. Meskipun ada dua sekolah yang harus melaksanakan UNBK di sekolah lain.

Selanjutnya proktor juga telah disiapkan sesuai jumlah tempat uji komputer (TUK). Buat meminimalisir gangguan teknis, tiap sekolah juga memiliki cadangan server agar pelaksanaan ujian nantinya berlangsung lancar.

Suta juga menjelaskan tahun ini pelaksanaan ujian tetap dilakukan seperti biasanya. Perubahan sistem penilaian pada ujian baru akan diterapkan 2021 mendatang berdasarkan kebijakan pendidikan 'Merdeka Belajar' yang diusung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Nantinya penilaian ujian bagi siswa SMP mengacu pada bentuk tes tertulis, portofolio dan penugasan.

"Kalau mengenai itu kami masih menunggu juknis (petunjuk teknis), tapi kalau melihat cara penilaian, berarti tiap sekolah akan berbeda penilaiannya. Tidak bisa dibuat peringkat sekolahnya, jadi tidak bisa dilakukan pemetaan. Hasil ujiannya tidak untuk membandingkan sekolah, tapi lebih ke peningkatan kompetensi," tuturnya.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved