Berita Belitung

Ujian Akademis Selesai, Hasilnya Dikembalikan ke Panitia Desa

Tahapan tes ujian akademis bagi 64 peserta bakal calon kepala desa (kades), dari delapan desa se-Kabupaten Belitung Timur telah usai

Ujian Akademis Selesai, Hasilnya Dikembalikan ke Panitia Desa
Posbelitung.co/Suharli
Suasana Ujian Akademis Bakal Calon Kepala Desa bertempat di Audotarium Zahari MZ. Kamis, (13/2/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Tahapan tes ujian akademis bagi 64 peserta bakal calon kepala desa (kades), dari delapan desa se-Kabupaten Belitung Timur telah usai, pada Kamis, (13/2/2020) yang dilaksanakan di Audotarium Zahari MZ.

Ujian Akademis merupakan di antara tahapan tambahan bagi desa yang jumlah peserta bakalan calon kadesnya lebih dari lima orang.

Kasi Kerja sama dan Administrasi Pemerintahan Desa, DSPMPD Kabupaten Belitung Timur, Aditya Mirhayandi Kusuma menuturkan lulus tes akademis belum jaminan lolos ketahapan selanjutnya, karena masih ada tahapan pembobotan atau scoring.

Menurutnya tahapan selanjutnya dilaksanakan bila peserta yang lulus ujian akademis tidak memenuhi maksimal lima calon dan kurang dari dua calon, sehingga untuk tes tambahan ini tetap dimaksimalkan menjadi lima calon.

Tahapan pembobotan tersebut meliputi kriteria pengalaman pernah bekerja di Lembaga Pemerintahan, Tingkat pendidikan dan usia.

"Ada desa yang peserta tes akademis hanya satu orang dari tujuh peserta, itu Desa Jangkang, Sehingga dari enam orang yang tidak lulus, maka enam orang itu mengikuti tahapan selanjutnya, yakni seleksi penghitungan scoring," ujarnya.

"Jadi yang lulus tidak masuk dalam penghitungan scoring, untuk memenuhi lima orang yang barhak dipilih," imbuhnya.

Menurutnya hal tersebut sesuai ketentuan Peraturan Bupati atas revisi Peraturan Bupati Nomor 9 tahun 2016, hasil ujian akademis disampaikan oleh panitia tingkat kabupaten pemilihan, kepada kepala panitia pilkades tingkat Desa pada hari penyelenggaraan ujian.

"Artinya hari ini kami langsung menyampaikan hasil tes akademis kepada panitia tingkat desa untuk delapan desa yang mengikuti seleksi tambahan," ujarnya.

Dia menyampaikan bila dalam tes seleksi akademis diperoleh lebih dari lima calon, tidak diperlukan lagi seleksi tambahan.

Terkait desa yang jumlah pesertanya lulusnya lebih dari lima peserta, Aditya menjelaskan nilai hasil ujian akademis tidak menjadi akumulasi dengan nilai scooring, menurutnya ujian akademis merupakan bagian dari tahapan-tahapan penyaringan bakalan calon menjadi calon kepala desa.

"Sehingga ketika ketentuan-ketentuan yang terjadi sesuai dengan regulasi perubahan perbub 9 tahun 2019, jika yang lulus lebih dari lima orang misal tujuh orang. Maka 7 orang ini akan diseleksi kembali ketahapan selanjutnya tanpa akumulasi nilai akademis, karena regulasi itu tidak mengatur akumulasi, karena tahapannya berbeda," jelas Aditya.

Terkait penetapan calon kades, Aditya menuturkan penetapan dikembalikan lagi kepada pihak panitia tingkat Desa, panitia kabupaten hanya melaksanakan tes akademis,

Sedangkan tahapan scooring dilakukan oleh panitia desa, dimana hasilnya nanti dilaporkan ke panitia tingkat kabupaten.

(posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved