Breaking News:

Kriminalitas

Bareskrim Mabes Polri Gerebek Judi Ketangkasan, Polda Bangka Belitung Bantah Kecolongan

Bareskrim markas besar Kepolisian Republik Indonesia menggerebek praktik judi online di Green Zone

Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi, Kasubdit Jatanras AKBP Wahyudi dan anggota Jatantas menunjukkan BB judi ketangkasan Jum'at (14/2/2020) 

"Dipastikan yang kita ungkap itu judi ketangkasan, tidak ada bukti judi online, semua sudah kita periksa," kata AKBP Wahyudi Saat jumpa pers.

Gasak Uang Nasabah untuk Judi Online, BRI Pecat Karyawannya

Dalam pengungkapan tersebut, sebanyak 37 orang diamankan.

Namun setelah dilakukan pemilihan hanya 28 Orang saja yang berlanjut dimintai keterangan dan diproses.

Mereka yang tidak menjalani proses antara lain penonton dan OB.

Sementara 13 orang pengurus atau penyelenggara terdiri dari manajer, kasir, humas, petugas penukar uang, wasit/penjaga meja dan petugas keamanan. Untuk pemain ada 16 orang.

Diduga Jadi Tempat Judi dan Miras, Satpol PP Bangka Razia Tempat Biliar

Barang bukti yang diamankan 8 unit mesin ketangkasan, kartu voucher 325 buah, tas salempang wasit, DVR CCTV serta uang Rp 33.412.000 dari kasir dan pemain.

"Semua BB diamankan di Subdit Jatarans kecuali mesin game ketangkasan tetap di TKP kita police line karena tidak memungkinkan dibawa," kata Kabid Humas Polda Bangka Belitung, AKBP Maladi.

Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi, Kasubdit Jatanras AKBP Wahyudi dan anggota Jatanras menunjukkan BB judi ketangkasan Jumat (14/2/2020)
Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi, Kasubdit Jatanras AKBP Wahyudi dan anggota Jatanras menunjukkan BB judi ketangkasan Jumat (14/2/2020) (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Bantah Kecolongan

Terkait penggerebekan lokasi judi ketangkasan Green Zone Pangkalpinang beredar informasi bahwa penggerebekan sebenernya dilakukan oleh Tim dari Bareskrim Polri dimana Jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Polres Pangkalpinang dianggap kecolongan.

Namun hal tersebut dibantah oleh Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi dan Kasubdit Jatanras AKBP Wahyudi Jumat (14/2/2020).

"Nggak ada kecolongan mereka kesini komunikasi dengan kita kok makanya ada tim dari Bareskrim Polri, Krimum Polda dan Reskirm Polres Pangkalpinang di TKP," tegas Maladi.

Menurut Maladi, kepolisian dalam melakukan tindakan penangkapan pidana selalu saling komunikasi. Apalagi dari Mabes Polri yang bisa melaksanakannya penangkapan diseluruh Indonesia.

Oknum PNS Bangka Dibekuk saat Rekap Togel, Beli Lewat Situs Web Judi Online

Sebagai contoh misalnya Mereka masuk ke Bangka Belitung akan berkomunikasi dengan polda atau polres setempat. Atau Tim Polda Babel bisa nangkap di Bangka Belitung tapi tetap kordinasi dengan polres setempat atau polsek.

"Tidak ada kecolongan saling komunikasi kok mereka masuk sini saya juga tahu," kata Maladi

Sementara itu AKBP Wahyudi mengatakan bahwa sebelum mengungkap perjudian perlu memiliki bukti awal dan indikasinya. Maka dari itu Tim dari Unit VC Dit Tipidum Bareskrim Polri masuk lebih dulu kelokasi Green Zone guna memastikan adanya perjudian.

Setelah terindikasi barulah berkoordinasi dengan Polda dan Polres guna membackup saat penangkapan.
"Kalau anggota polisi dari Polda Babel atau Polres Pangkalpinang khawatir mereka mengenali kalau dari Mabes kan mereka nggak pernah tahu," ungkap Maladi.

Tidak Tebang Pilih

Diberitakan sebelumnya, penggrebekan lokasi judi ketangkasan di Kota Pangkalpinang oleh Tim gabungan Kamis (14/2/2020) tadi malam menimbulkan pertanyaan.

Pasalnya ada sekitar tujuh lokasi permainan ketangkasan terindikasi judi di Kota Pangkalpinang.

Menjawab hal tersebut Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi Jumat (14/2/2020) memberikan penjelasan.

Demi Menebus Utang Judi Delon, Yeslin Wang Habis-habisan hingga Harus Mengontrak

Menurut Maladi tidak ada tebang pilih dalam hal ini. Namun saat penggrebekan di Green Zone diketahui lokasi game ketangkasan langsung tutup mengetahui hal tersebut.

"Pangkalpinang ini kota kecil, ada penangkapan oleh polisi semua tahu, jadi lokasi lain langsung tutup," ungkap Maladi.

Maladi memastikan pihaknya akan meningkatkan pengawasan termasuk melakukan razia di lokasi permainan ketangkasan.

Hal ini guna meminimalisisi terjadinya perjudian.

Pasalnya polisi tidak bisa gegabah apalagi mereka memilki izin resmi dari pemerintah setempat.

"Akan kita tingkatkan pengawasan termasuk melakukan razia di lokasi permainan ketangkasan," kata AKBP Maladi.

(Bangkapos.com/Yuranda/ Deddy Marjaya)

Penulis: Deddy Marjaya
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved