Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dinas Kesehatan Belum Pastikan Keberadaan Warga Bangka Belitung yang Dikarantina di Natuna

Ternyata ini kebenaran informasi terkait adanya warga Bangka Belitung yang dikarantina di Kepulauan Natuna

Twitter @KemenkesRI
Suasana WNI saat dievakuasi pulang dari China yang tengah dilanda wabah Virus Corona. Pemulangan via pesawat Batik Air 

Bali 2 orang

Bangka Belitung 1

Banten 5 orang

Bengkulu 2 orang

DIY 2 orang

Gorantalo 1 orang

Jakarta 16 orang

Jambi 4 orang

Jawa Barat 9 orang

Jawa Tengah 10 orang

Jawa Timur 65 orang

Kalimantan Barat 4 orang

Kalimantan Timur 15

Kalimantan Utara 19 orang

Kalimantan Selatan 8 orang

Kalimantan Tengah 4 orang

Kepulauan Riau 2 orang

Lampung 1 orang

NTB 4 orang

Papua 5 orang

Papua Barat 9 orang

Riau 6 orang

Sulawesi Barat 2 orang

Sulawesi Selatan 16 orang

Sulawesi Tengah 2 orang

Sulawesi Tenggara 4 orang

Sumatra utara 4 orang

Sumatra Barat 2 orang

Sumatra Selatan 1 orang

Petugas mengenakan masker dan hazmat suit sebelum melakukan evakuasi WNI yang tiba dari Wuhan di lokasi observasi Hangar Lanud Raden Sajad, Natuna, Kepri, Minggu (2/2/2020). WNI yang sebelumnya transit terlebih dahulu di Batam tersebut dievakuasi dari Wuhan, China, akibat merebaknya wabah Virus Corona. TRIBUNNEWS/PUSPEN TNI/LETNAN KUNCORO 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ibu-ibu Ngumpet Takut Tertular Virus Corona dari WNI yang Dikarantina di Natuna, Sekolah Diliburkan, https://www.tribunnews.com/regional/2020/02/03/ibu-ibu-ngumpet-takut-tertular-virus-corona-dari-wni-yang-dikarantina-di-natuna-sekolah-diliburkan?page=all.

Editor: Anita K Wardhani
Petugas mengenakan masker dan hazmat suit sebelum melakukan evakuasi WNI yang tiba dari Wuhan di lokasi observasi Hangar Lanud Raden Sajad, Natuna, Kepri, Minggu (2/2/2020). WNI yang sebelumnya transit terlebih dahulu di Batam tersebut dievakuasi dari Wuhan, China, akibat merebaknya wabah Virus Corona. TRIBUNNEWS/PUSPEN TNI/LETNAN KUNCORO Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ibu-ibu Ngumpet Takut Tertular Virus Corona dari WNI yang Dikarantina di Natuna, Sekolah Diliburkan, https://www.tribunnews.com/regional/2020/02/03/ibu-ibu-ngumpet-takut-tertular-virus-corona-dari-wni-yang-dikarantina-di-natuna-sekolah-diliburkan?page=all. Editor: Anita K Wardhani (TRIBUN/PUSPEN TNI/LETNAN KUNCORO)

Menkes dan Kepala BNPB Satu Pesawat dengan WNI Paska Observasi di Natuna

Menteri Kesehatan dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dijadwalkan satu pesawat dengan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertolak dari Lanud Raden Sajad, Natuna ke Jakarta, Sabtu (15/2/2020) mendatang.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengatakan, pesawat Boeing 737 dan Hercules milik TNI dipersiapkan untuk proses pemulangan 238 WNI yang menjalani observasi sejak Minggu (2/2/2020) lalu.

"Untuk pemulangan ratusan WNI dari Hanggar Lanud Natuna telah siap dan sudah kita matangkan. Mereka akan kita terbangkan pada hari Sabtu (15/2/2020), besok," ujarnya saat jumpa pers di Posko Kogasgabpad Operasi Kemanusiaan, Lanud Raden Sajad, Ranai, Natuna, Kamis (13/2/2020).

Ia menjelaskan, dalam tahapan proses pemulangan diawali dengan pemeriksaan sekira pukul 7 pagi. Proses kepulangan mereka dijakdwalkan akan dilepas dengan prosesi adat Melayu yang dilanjutkan dengan makan siang bersama, sebelum diterbangkan ke Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta.

"Pesawatnya sama dengan penjemputan kemarin, hanya saja jalurnya kali ini beda, dari Natuna ke Jakarta," katanya.

Yuri juga merincikan mekanisme penyambutan mereka di Jakarta.

Setelah sampai di Bandara Halim Perdanakusumah, mereka akan disambut oleh seluruh Komisi IX DPR RI bersama pemerintah daerah masing-masing.

"Kami sudah membicarakan hal itu dengan komisi 9, sementara untuk Pemda melalui Mendagri sudah mengintruksikannya.

Untuk teknis bagaimana para WNI sampai di kampung halaman masing dan bertemu orang tuanya, itu kita serahkan ke Pemerintah daerah (Pemda) masing-masing," ucapnya.

Tidak hanya mahasiswa, namun juga kru pesawat Batik Air yang mengangkut mereka dari Wuhan, para kru ini nantinya akan dijemput oleh manajemen perusahaannya.

"Hampir menyeluruh iya, setiap daerah ada. Namun yang paling banyak dari Jawa Timur 68 mahasiswa, Jakarta 12 mahasiswa bahkan Papua ada 8 orang dan Papua Barat ada 6 orang serta yang lenih sedikit ada dari Lampung 1 orang," ujarnya.

"Intinya ada semua dari 30 provinsi di Indonesia," katanya.

62 Spesimen Negatif, 2 Dalam Pemeriksaan

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan memeriksa 64 spesimen terkait virus corona (nCoV).

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Vivi Setiawaty mengatakan, 64 spesimen dari 16 provinsi, pihaknya menemukan 62 spesimen negatif terpapar virus corona. Sementara 2 spesimen sedang dalam pemeriksan.

Adapin 16 provinsi yang mengirim spesimem ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes tersebut di antaranya Provinsi DKI 14 spesimen, Bali 11 spesimen, Jawa Tengah 7 spesimen, Jawa Barat 6 spesimen.

Kemudian Provinsi Jawa Timur sebanyak 6 spesimen, Banten 4 spesimen, Sulawesi Utara 4 spesimen, DIY 3 spesimen, Kalimantan Barat 2 spesimen, Jambi 1 spesimen, Papua Barat 1 spesimen, NTB 1 spesimen, Kepulauan Riau 1 spesimen, Bengkulu 1 spesimen, Kalimantan Barat 1 spesimen, dan Sulawesi Tenggara 1 spesimen.

Prosedur pemeriksaan specimen yang dilakukan di Lab Badan Litbangkes, Kemenkes ini sudah sesuai dengan standar Badan Kesehatan Duni (WHO) dan dikerjakan di Lab Biosafety Level (BSL) 2.

“Itu sudah ada pedomannya dan semua negara menggunakan BSL 2. Kami tidak keluar dari alur minimal yang ditetapkan WHO,” ujarnya, Kamis (13/2/2020).

Vivi mengungkapkan, terdapat fasilitas BSL 2, BSL 3 dan Lab Biorepository untuk penyimpanan materi genetic juga spesimen klinis dari pasien.

Alat dan kemampuan di laboratorium Litbangkes tersebut sudah berstandar WHO.

“Setiap tahun WHO melakukan quality assurance atau akreditasi ke lab kami, dan tiap tahun memang ada orang dari WHO datang untuk akreditasi Lab,” ucap dr Vivi.

Vivi mengungkapkan, spesimen diambil dari pasien di rumah sakit rujukan yang dikirim ke laboratorium Badan Litbangkes.

Spesimen yang diterima Badan Litbangkes minimal 3 spesimen dari 1 pasien.

Spesimen yang diterima kemudian masuk pada tahap pemeriksaan. Pada tahap ini, spesimen yang diterima Laboratorium Badan Litbangkes diekstraksi untuk diambil RNA nya.

Setelah RNA didapat lalu dicampurkan dengan Reagen untuk pemeriksaan dengan metode Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (PCR).

PCR merupakan pemeriksaan dengan menggunakan teknologi amplifikasi asam nukleat virus, untuk mengetahui ada tidaknya virus / DNA virus, dan untuk mengetahui genotipe virus yang menginfeksi bisa dilakukan sekuensing.

Setelah itu dimasukan ke mesin yang gunanya untuk memperbanyak RNA supaya bisa dibaca oleh spektrofotometer.

Hasilnya, akan didapat positive control dengan gambaran kurva sigmoid, sedangkan negative control tidak terbentuk kurva (mendatar saja).

Ini adalah satu quality assurance untuk memastikan apa yang diperiksa itu benar atau tidak, kemudian ada kontrol lainnya. Jadi untuk mengerjakan ini (pemeriksaan spesimen) banyak hal yang harus terpenuhi sebelum menyatakan bahwa sampel yang diperiksa positif atau negatif.

“Jadi kalau positif, dia (sampel) harus menyerupai dengan positive controlnya. Jadi selama ini spesimen yang diperiksa negatif karena semua datar menyerupai negatif kontrolnya,” jelas dr Vivi.

Setelah itu masuk pada tahap pelaporan, dr. Vivi mengatakan memang ada alur yang harus dilakukan untuk sampai pada palaporan hasil.

“Kami semua bekerja sesuai pedoman WHO bahwa pengambilan spesimen tidak dilakukan sekali tapi beberapa spesimen pada satu orang pasien,” katanya.(TribunBatam.id/Bereslumbantobing)

Sebagian Artikel ini diambil dari Artikel yang telah tayang di tribunbatam.id dengan judul WNI dari Wuhan Dipulangkan dari Natuna, Kepri Ada 2, Jawa Timur Paling Banyak

--

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved