Mabes Polri Gerebek Praktik Perjudian di Green Zone, Maladi : Tidak Ada Kecolongan

Barang Bukti 8 unit mesin ketangkasan, kartu voucher 325 buah, tas salempang wasit, DVR CCTV serta uang Rp 33.412.000 dari kasir dan pemain.

Mabes Polri Gerebek Praktik Perjudian di Green Zone, Maladi : Tidak Ada Kecolongan
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi, Kasubdit Jatanras AKBP Wahyudi dan anggota Jatantas menunjukkan BB judi ketangkasan Jum'at (14/2/2020) 

POSBELITUNG.CO - Tim Bareskrim Mabes Polri menggerebek dugaan praktik perjuadian di arena permainan ketangkasan Green Zone Pangkalpinang.

Dari tidakan hukum yang dilakukan oleh Mabes Polri ini beredar info jajaran kepolisian Polda Bangka Belitung, Polres Pangkalpinang dianggap kecolongan.

Namun hal tersebut dibantah oleh Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi dan Kasubdit Jatanras AKBP Wahyudi Jumat (14/2/2020).

//

"Nggak ada kecolongan mereka kesini komunikasi dengan kita kok makanya ada tim dari Bareskrim Polri, Krimum Polda dan Reskirm Polres Pangkalpinang di TKP," tegas Maladi.

Menurut Maladi, kepolisian dalam melakukan tindakan penangkapan pidana selalu saling komunikasi.

Apalagi dari Mabes Polri yang bisa melaksanakannya penangkapan diseluruh Indonesia.

Sebagai contoh misalnya Mereka masuk ke Bangka Belitung akan berkomunikasi dengan polda atau polres setempat.

Atau Tim Polda Babel bisa nangkap di Bangka Belitung tapi tetap kordinasi dengan polres setempat atau polsek.

"Tidak ada kecolongan saling komunikasi kok mereka masuk sini saya juga tahu," kata Maladi

Kasubdit Jatanras Polda Babel AKBP Wahyudi menambahkan sebelum mengungkap perjudian perlu memiliki bukti awal dan indikasinya.

Maka dari itu Tim dari Unit VC Dit Tipidum Bareskrim Polri masuk lebih dulu, kelokasi Green Zone guna memastikan adanya perjudian.

Setelah terindikasi barulah berkoordinasi dengan Polda dan Polres guna membackup saat penangkapan.

"Kalau anggota polisi dari Polda Babel atau Polres Pangkalpinang khawatir mereka mengenali kalau dari Mabes kan mereka nggak pernah tahu," ungkap Maladi.

Ilustrasi judi online
Ilustrasi judi online (Bangkapos.com)

Tidak Tebang Pilih

Diberitakan sebelumnya, penggrebekan lokasi judi ketangkasan di Kota Pangkalpinang oleh Tim gabungan Kamis (14/2/2020) tadi malam menimbulkan pertanyaan.

Pasalnya ada sekitar tujuh lokasi permainan ketangkasan terindikasi judi di Kota Pangkalpinang.

Menjawab hal tersebut Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi Jumat (14/2/2020) memberikan penjelasan.

Menurut Maladi tidak ada tebang pilih dalam hal ini. Namun saat penggrebekan di Green Zone diketahui lokasi game ketangkasan langsung tutup mengetahui hal tersebut.

"Pangkalpinang ini kota kecil, ada penangkapan oleh polisi semua tahu, jadi lokasi lain langsung tutup," ungkap Maladi.

Maladi memastikan pihaknya akan meningkatkan pengawasan termasuk melakukan razia di lokasi permainan ketangkasan.

Hal ini guna meminimalisisi terjadinya perjudian.

Pasalnya polisi tidak bisa gegabah apalagi mereka memilki izin resmi dari pemerintah setempat.

"Akan kita tingkatkan pengawasan termasuk melakukan razia di lokasi permainan ketangkasan," kata AKBP Maladi.

Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi, Kasubdit Jatanras AKBP Wahyudi dan anggota Jatanras menunjukkan BB judi ketangkasan Jumat (14/2/2020)
Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi, Kasubdit Jatanras AKBP Wahyudi dan anggota Jatanras menunjukkan BB judi ketangkasan Jumat (14/2/2020) (bangkapos.com / deddy marjaya)

Dua Orang Dinyatakan Positif Narkoba 

Sebanyak dua orang (sebelumnya diinformasikan satu orang) dari mereka yang diamankan saat penggerebekan Green Zone Pangkalpinang, dipastikan positif narkoba.

Polisi juga mengamankan paket narkoba jenis sabu sabu dari tangan mereka.

Keduanya diketahui adalah Rz, petugas humas dan Bd, petugas penukar uang di Green Zone Pangkalpinang.

Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan narkoba oleh SatNarkoba Polres Pangkalpinang.

Keduanya dibekuk saat penggrebekan di lokasi judi ketangkasan Green Zone Pangkalpinang oleh Tim gabungan dari Unit VC Tipidum Bareskrim Polri, Dit Reskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Polres Pangkalpinang.

"Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan narkoba jenis sabu mereka juga dijerat pasal perjudian karena pengurus di lokasi tersebut sebagai humas dan petugas penukar uang," kata AKBP Maladi Jumat saat jumpa pers (14/2/2020).

Saat penggrebekan di lokasi perjudian Green Zone Pangkalpinang, ada 37 orang yang diamankan.

Mereka terdiri dari penyelenggara 13 orang seperti manajer, humas, petugas penukar uang, wasit dan petugas keamanan.

Lalu, para pemain sebanyak 16 orang, penonton 6 orang, pengurus ruko 1 orang dan OB 1 orang.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap Bd petugas penukar uang didapati paket sabu. Petugas kemudian langsung mendalami asal narkoba tersebut.

Ternyata barang haram itu didapat dari Rz yang bekerja sebagai humas di lokasi. Rzjuga langsung diamankan.

Keduanya menjalani pemeriksaan di Sat Narkoba Polres Pangkalpinang.

"Jadi untuk terkait narkoba ditangani Sat Narkoba Polres Pangkalpinang sedangkan untuk perjudian ditangani Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung," kata AKBP Maladi.

Dipastikan Judi Ketangkasan, Bukan Judi Online

Sebelumnya, pengungkapan kasus perjudian di Green Zone Pangkalpinang oleh Tim gabungan yakni Unit VC Dit Tipidum Bareskrim Polri, Dit Reskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Polres Pangkalpinang semalam dipastikan bukan judi online.

Polisi memastikan bahwa kasus ini terkait judi ketangkasan.

Kepastian tersebut disampaikan oleh AKBP Wahyudi Kasubdit Jatanras saat menggelar jumpa pers pada Jumat (14/2/2020) .

"Dipastikan yang kita ungkap itu judi ketangkasan, tidak ada bukti judi online, semua sudah kita periksa," kata AKBP Wahyudi Saat jumpa pers

Dalam pengungkapan tersebut, sebanyak 37 orang diamankan.

Namun setelah dilakukan pemilihan hanya 28 Orang saja yang berlanjut dimintai keterangan dan diproses.

Mereka yang tidak menjalani proses antara lain penonton dan OB.

Sementera 13 orang pengurus atau penyelenggara terdiri dari manajer, kasir, humas, petugas penukar uang, wasit/penjaga meja dan petugas keamanan. Untuk pemain ada 16 orang.

Barang bukti yang diamankan 8 unit mesin ketangkasan, kartu voucher 325 buah, tas salempang wasit, DVR CCTV serta uang Rp 33.412.000 dari kasir dan pemain.

"Semua BB diamankan di Subdit Jatarans kecuali mesin game ketangkasan tetap di TKP kita police line karena tidak memungkinkan dibawa," kata Kabid Humas AKBP Maladi.

Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi dan Kasubdit Jatanras AKBP Wahyudi saat memberikan keterangan terkait penggrebekan lokasi judi ketangkasan Jumat (14/2/2020).deddy marjaya
Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi dan Kasubdit Jatanras AKBP Wahyudi saat memberikan keterangan terkait penggrebekan lokasi judi ketangkasan Jumat (14/2/2020).deddy marjaya (bangkapos.com / deddy marjaya)

 Digerebek Bareskrim Mabes Polri

Sebelumnya, informasi yang dihimun bangkapos.com, Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) markas besar Kepolisian Republik Indonesia menggerebek praktik judi online di Green Zone yang beralamat di jalan dekat SD N 12 Kelurahan Batu Intan, Kecamatan Girimaya, Pangkalpinang, Kamis (13/2/2020) sekira pukul 20.00 WIB.

Dari pengerbekan tersebut, Bareskrim mengamankan sebanyak 37 orang. Mereka terdiri dari 12 orang perempuan dewasa dan 25 laki-laki dewasa.

Adapun dari 37 orang tersebut masing-masing 15 orang penyelenggara, 22 orang pemain judi online.

Satu dari 37 orang ini sedang sakit dan diamankan di gedung Anton Sujarwo Polres Pangkalpinang.

Pantauan Bangkapos.com Kamis (13/2/2020) malam sekira pukul 22.53 wib, mereka yang diamankan ini diperiksa aparat kepolisian.

Polisi diketahui melakukan pendalaman informasi terkait Judi online yang berada di seputaran wilayah hukum Polres Pangkalpinang ini.

Beberapa dari mereka dimintai keterangan oleh anggota Bareskrim Mabes Polri dibantu Polda Babel Tanpa terlihat dari mereka.

Satu per satu dari meraka dipanggil dan dimintai keterangan.

Suasana ruang Anton Sujarwo Polres Pangkalpinang pun tampak ramai meski menjelang tengah malam.

Pemeriksaan tetap berjalan hingga, Jumat (14/2/2020) pukul 02.00 WIB dini hari.

Pemeriksaan tersebut dilakukan secara tertutup.

Beberapa anggota Polres Pangkalpinang tampak berjaga dan media massa tidak diperbolehkan untuk mengabadikan momen tersebut atau foto.

Selama pemeriksaan berlangsung, sejumlah orang yang diamankan ini tampak keluar masuk ruangan untuk membuang air besar hingga air kecil dan tetap dikawal petugas untuk menghindari mereka kabur.

Pada penggerebekan ini, tim Bareskrim Polri di-backup oleh Jajaran Dit Krimum Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Porles Pangkalpinang. (Bangkapos.com/Yuranda/ Deddy Marjaya)

Artikel ini sudah tayang di Bangkapos.com berjudul : Pihak Polda Bangka Belitung Bantah Kecolongan Terkait Pengerebekan Judi Ketangkasan

Penulis: deddy_marjaya
Editor: rusmiadi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved