Advertorial

Molen: Pangkalpinang Siap Bangun Pelabuhan Baru

Pemerintah Kota Pangkalpinang terus melakukan progres untuk mematangkan rencana pembangunan pelabuhan baru di Bangka Belitung

Molen: Pangkalpinang Siap Bangun Pelabuhan Baru
ist
Humas Pemkot Pkp 

POSBELITUNG.CO-- Pemerintah Kota Pangkalpinang terus melakukan progres untuk mematangkan rencana pembangunan pelabuhan baru di Bangka Belitung. Pemkot optimis pelabuhan tersebut dapat didirikan di Pangkalpinang, karena mereka telah me­nyiapkan segala perencanaan, mulai dari kawasan bahkan Feasibility Study (FS) dan DED (Detail Engineering Desain) nya.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, menyatakan, pihaknya sangat antusias dan sungguh-sungguh terhadap rencana pembangunan pelabuhan baru oleh Kementerian Perhubungan. Kesiapan itu ditunjukkan dengan mendatangi lokasi di sekitaran Jembatan Emas dan memaparkan rencana pembangunan kepada konsultan kepelabuhanan.

Molen menyebut, upaya untuk meyakinkan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung agar pelabuhan baru di Babel ini didirikan di Pangkalpinang terus dibuktikan.

“Tinggal berjuang meyakinkan Kementerian dan Pemprov. Kami juga minta dukungan agar pelabuhan baru dibangun di Pangkalpinang. Kami juga terus minta dukungan dan restu pak gubernur untuk pembangunan ini,” ujar Molen saat meninjau lokasi, Kamis (13/2/2020).

Molen mengatakan, aset pemkot di kawasan Jembatan Emas tersebut seluas 30 hektar dan untuk pembangunan pelabuhan bisa menggunakan lahan empat hektar atau sesuai permintaan kementerian.

Dia meyakini, kawasan untuk dibangun pelabuhan ini sangat strategis karena tidak melalui sistem buka tutup jembatan emas, tidak mengalami pendangkalan dan menunggu pasang surut air laut seperti di pelabuhan sebelumnya.

“Progres kita semakin dekat dan saya optimis pelabuhan jadi di sini. Kita minta dukungan semuanya,” ucap Molen.

Dia menambah, dengan adanya pelabuhan baru ini berimbas besar bagi masyarakat. Selain menekan inflasi, juga mendatangkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak. Molen menyebut, seluruh kebutuhan pelabuhan seperti air, listrik maupun penerangan langsung melalui Pemerintah Kota Pangkalpinang.

“Yang penting canangkan dulu di sini pelabuhannya. Untuk pembangunan kita tidak pakai APBD karena terbatas, jadi kami kejar dari Kementerian dan menjaring investor,” tukasnya.
Sementara itu, untuk pelabuhan Pangkalbalam (lokasi lama) akan digunakan untuk menunjang pariwisata dan tetap dioperasikan bagi kapal-kapal nelayan kecil.

Melihat lokasi perencanaan pembangunan ini, mendapat respon positif dari Konsultan Perencana Kepelabuhanan. Mereka menyebut, lokasi yang ditawarkan pemkot sangat strategis, visible dan memiliki kolam sehingga mempermudah untuk pembangunan pelabuhan kedepannya.

“Baru kali ini saya lihat strategis. Kondisinya sudah ada kolam dan untuk kedalaman 10 sampai 15 meter sudah bisa dilewati kapal dengan gross ton yang besar,” kata Suwandi Saputro.

Mantan Direktur Pelabuhan di Perhubungan laut ini menyebut, yang harus dipenuhi untuk meyempurnakan perencanaan ini hanya break water atau pemecah gelombang sehingga tidak terjadi sedimentasi di kolam tersebut. (Advertorial/Ira Kurniati)

Editor: nurhayati
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved