Penemuan Kerangka Bayi

Fakta Baru Penemuan Tulang Belulang : Dokter Perkirakan Sudah Terkubur Kurang dari 5 Bulan

dr Jimmy yang turut mengindentifikasi temuan tulang belulang di Desa Mayang mengaku belum bisa memastikan tulang tersebut tulang manusia atau hewan.

istimewa / dokumentasi Polsek Kelapa Kampit
Dokter Jimmy (baju merah) bersama dengan tim innafis polres Belitung Timur saat mengumpulkan temuan tulang belulang di Desa mayang, kelapa Kampit. Minggu (16/2/2020) 

Anggota BPD Mayang, setelah menerima kabar dari RM langsung melaporkan ke Pj Kades untuk ditindak lanjuti berkoordinasi dengan pihak polsek Kelapa kampit.

Penemuan tulang belulang diduga kerangka bayi di Kelapa Kampit, Minggu (16/2/2020)
Penemuan tulang belulang diduga kerangka bayi di Kelapa Kampit, Minggu (16/2/2020) (Ist/Polsek Kelapa Kampit)

Warga Geger Penemuan Kerangka 
Diberitakan sebelumnya,  Warga Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur digegerkan dengan penemuan diduga kerangka manusia, Minggu (16/2/2020).

Kapolsek Kelapa Kampit Iptu Wawan Suryadinata mengonfirmasi benar telah ditemukan tulang belulang diduga kerangka manusia.

Ia mengatakan, penemuan ini bermula dari seorang warga bernama RM (61) yang ingin mengambil daun salam.

Dari kejauhan ia melihat kain putih kusam. Ia penasaran, lalu ditariklah kain putih tersebut.

Setelah ditarik ada kayu yang mirip nisan.

"Saat itu RM langsung melapor ke desa dan langsung berkoordinasi dengan Polsek Kelapa Kampit," kata Wawan kepada Posbelitung.co, Senin (17/2/2020).

Kepolisian menduga galian tersebut pernah ditarik oleh hewan liar.

Karena dalamnya galian yang dangkal, hanya sekitar 50 cm.

Tulang belulangnya juga ditemukan berserakan di tanah sekitarnya.

"Diperkirakan bayi ini lahir sebelum waktunya, jadi pelaku menguburkannya," ungkap Wawan.

Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai kepastiannya.

Kemarin pihaknya sudah koordinasi bersama dengan unit ident sat reskrim dan puskesmas Kelapa Kampit untuk identifikasinya

"Nanti akan dilakukan tes dna supaya diketahui siapa ibu dari janin tersebut," kata Wawan.

Komnas Perempuan Angkat Bicara

Penemuan tulang belulang diduga kerangka sesosok bayi terjadi di Kelapa Kampit, Belitung Timur, Minggu (16/2/2020) menyita perhatian banyak pihak termasuk bagaimana menyikapinya dari sisi perempuan.

Komisioner Komnas Perempuan Retty Ratnawati mengatakan peristiwa ini harus dilihat dulu status perkawinan dari si ibu.

Apakah ini kehamilan yang dimaui atau di luar dari keinginan.

"Kita tidak bisa menghakimi, itu digugurkan atau keguguran. Lahirnya anak itu dari mental ibu yang tidak baik itu terlalu dini menyimpulkan," kata Retty kepada posbelitung.co, Senin (17/2/2020).

Secara biologis, lanjutnya, siap menikah dan siap hamil itu dua hal berbeda.

Menurut dia, perempuan yang tidak siap hamil, maka setelah hamil tidak tahu harus bagaimana itu artinya tidak bertanggungjawab atas apa yang diperbuat.

Selain itu, Retty menjelaskan, menikah muda itu tak apa asal sudah siap secara mental dan fisik.

Kalau menikah dalam kondisi yang tidak siap mental maupun fisik, maka ditakutkan nanti akan terjadi sesuatu yang di luar kendali orang tersebut.

"Tujuan orang menikah kan macam-macam ya. Tidak bisa kita pisahkan edukasi antara untuk kesehatan reproduksi dan dampak dari mereka ketika setelah jadi suami istri. Biasanya dua hal ini dipisah-pisah. Tidak bisa itu," ujar Retty yang juga merupakan dokter ini.

Parenting alias pendidikan bagi orang tua itu penting agar bisa mendidik dan mengasuh anaknya secara benar dan bertanggung jawab. (Posbelitung.co/Suharli/BryanBimantoro)

Penulis: Suharli
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved