Penemuan Kerangka Bayi

Komnas Perempuan Angkat Bicara Terkait Penemuan Diduga Kerangka Bayi di Kelapa Kampit

Komisioner Komnas Perempuan Retty Ratnawati mengatakan peristiwa ini harus dilihat dulu status perkawinan dari si ibu.

Posbelitung.co/dok. pribadi Retty
Komisioner Komnas Perempuan Retty Ratnawati 

POSBELITUNG.CO, BELITUNGTIMUR - Penemuan tulang belulang diduga kerangka sesosok bayi terjadi di Kelapa Kampit, Belitung Timur, Minggu (16/2/2020).

Hal ini menyita perhatian banyak pihak termasuk bagaimana menyikapinya dari sisi perempuan.

Komisioner Komnas Perempuan Retty Ratnawati mengatakan peristiwa ini harus dilihat dulu status perkawinan dari si ibu.

Apakah ini kehamilan yang dimaui atau di luar dari keinginan.

"Kita tidak bisa menghakimi, itu digugurkan atau keguguran. Lahirnya anak itu dari mental ibu yang tidak baik itu terlalu dini menyimpulkan," kata Retty kepada posbelitung.co, Senin (17/2/2020).

Asyik Nih! Di Manggar Belitung Timur, Anda Bisa Bayar dan Lapor SPT Pajak Sambil Ngopi

Secara biologis, lanjutnya, siap menikah dan siap hamil itu dua hal berbeda.

Menurut dia, perempuan yang tidak siap hamil, maka setelah hamil tidak tahu harus bagaimana itu artinya tidak bertanggungjawab atas apa yang diperbuat.

Selain itu, Retty menjelaskan, menikah muda itu tak apa asal sudah siap secara mental dan fisik.

Kalau menikah dalam kondisi yang tidak siap mental maupun fisik, maka ditakutkan nanti akan terjadi sesuatu yang di luar kendali orang tersebut.

"Tujuan orang menikah kan macam-macam ya. Tidak bisa kita pisahkan edukasi antara untuk kesehatan reproduksi dan dampak dari mereka ketika setelah jadi suami istri. Biasanya dua hal ini dipisah-pisah. Tidak bisa itu," ujar Retty yang juga merupakan dokter ini.

Halaman
1234
Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved