Breaking News:

Berita Belitung

Stok Ikan Asin Menipis, Mahasiswa KKN dari UNS Ajarkan Warga Buku Limau Bikin Baju Tie Dye

Program pelatihan pembuatan souvenir dari kerang dan pelatihan membuat baju ikat celup alias tie dye.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Is/KKNTieDye
Kelompok KKN Tie Dye saat melakukan pelatihan pembuatan souvenir kepada masyarakat Buku Limau. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG--Cuaca yang kurang bersahabat membuat nelayan di Buku Limau jarang melaut. Akibatnya, hasil ikan asin yang tersohor dari sana stoknya menipis. Karena itu, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang melakukan Kuliah Kerja Nyata di Buku Limau melakukan program pemberdayaan kepada mereka.

Ketua Kelompok KKN Tie Dye Muhammad Prasetyo As Sidiq mengatakan, mereka melakukan program pelatihan pembuatan souvenir dari kerang dan pelatihan membuat baju ikat celup alias tie dye.

"Ini kami lakukan agar bisa mengisi waktu para nelayan yang mungkin urung melaut gara-gara cuaca. Selain meningkatkan kemampuan mereka mengolah sumber daya lokal, juga menambah pendapatan mereka jika hasilnya nanti dipasarkan," kata Prasetyo kepada Posbelitung.co, Rabu (19/2/2020).

Seorang warga, cerita Prasetyo, yang stok ikan asinnya menipis mengaku senang dengan pelatihan ini karena bisa menambah pengalamannya.

"Biasanya kalau dalam kondisi ini dia bergadai emas agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan pelatihan ini semoga bisa membantu menambah skill warga biar nanti kalau tidak melaut ada kegiatan produktif lainnya yang bisa menghasilkan pendapatan," harap Prasetyo.

Kelompok KKN Tie Dye saat melakukan pelatihan pembuatan souvenir kepada masyarakat Buku Limau.
Kelompok KKN Tie Dye saat melakukan pelatihan pembuatan souvenir kepada masyarakat Buku Limau. (Ist/KKNTieDye)

Prasetyo menuturkan partisipan pelatihan mereka sekitar 25 orang termasuk ibu-ibu. Namun, jumlah ini mungkin ke depan akan bertambah karena warga dapat merasakan dampaknya secara langsung.

Apalagi, tambahnya, Buku Limau ke depan akan menjadi pusat wisata minat khusus menyelam di Bangka Belitung. Jelas hal ini akan menggerakkan sektor pariwisata di pulau berjarak 45 km dari Manggar ini.

"Wisatawan akan mencari oleh-oleh dari pulau ini. Baju tie dye dan kerajinan lainnya bisa jadi pilihan," kata Prasetyo.

Hasil pelatihan ini berupa kaos dan kerajinan lainnya akan dipamerkan pada Festival Desa Buku Limau sekaligus perpisahan kelompok KKN ini di Buku Limau. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved