Breaking News:

Berita Belitung

Satu Kali Produksi Pengelolaan Sampah di TPA Gunung Sadai Belitung Bisa Mencapai 400 Kilogram Kompos

Kepala UPT TPA Gunung Sadai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung Supardi mengatakan, untuk satu kali produksi kompos

Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
Satu Kali Produksi Pengelolaan Sampah di TPA Gunung Sadai Belitung Bisa Mencapai 400 Kilogram Kompos
Dok/DLH Belitung
Petugas TPA Gunung Sadai di Desa Juru Seberang, melakukan pengemasan terhadap kompos yang dihasilkan dari sampah sayur - sayuran dan buah-buahan.

POSBELITUNG.CO,BELITUNG-- Kepala UPT TPA Gunung Sadai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung Supardi mengatakan, untuk satu kali produksi kompos, yang terbilang baru dilakukan melalui mesin pengelolahan bantuan dari APBN, terbilang cukup banyak.

Produksi kompos mencapai rata-rata 300 hingga 400 kilogram (kg). Sejak Januari 2020 hingga saat ini, produksi kompos dari hasil sampah sayur-sayuran dan buah-buahan tersebut sudah empat kali produksi dilakukan produksi petugas.

"Sementara baru segitu (300 - 400 kg) untuk satu kali produksi. Tapi tetap usahakan tidak akan berhenti untuk memproduksi kompos ini," ungkap Supardi kepada Posbelitung.co, sabtu (22/2/2020).

Untuk pembuatan kompos ini, cukup memakan waktu yang panjang, yaitu mencapai 21 hari baru bisa selesai. Yang membuat lama, yaitu masa fermentasi, lantaran bahan dari kompos ini harus betul-betul kering.

"Setelah itu baru dimasukan ke kantong plastik. Itu kami masukkan ke plastik bening, dan kami belum berani memasang merk, atau tanda apapun pada kemasan kompos itu, karena belum dilakukan pengujian untuk kandungan unsur nya, tapi dalam waktu dekat akan dilakukan pengujian," ungkapnya.

Kemasan kantong plastik itu, memiliki bobot per 2,5 kg dan pertama kali kompos ini dicoba ke tanaman sekitaran TPA Gunung Sadai. Hasilnya, tumbuhan tersebut tumbuh subur dan bertahan lama.

"Kalau untuk pengelolaan sampah lainnya belum, misalkan seperti sampah plastik, itu sekarang masih di ambil oleh pemulung. Tapi untuk sampah plastik ini, rencana akan di proses menjadi kepingan-kepingan kecil, dan dipilah-pilah. Itu akan kami arahkan ke pembuatan paving blok, dan alatnya akan kami ajukan di APBD Perubahan 2020 ini nanti," jelas Supardi.

Petugas TPA Gunung Sadai di Desa Juru Seberang, melakukan pengemasan terhadap  kompos yang dihasilkan dari sampah sayur - sayuran dan buah-buahan.
Petugas TPA Gunung Sadai di Desa Juru Seberang, melakukan pengemasan terhadap kompos yang dihasilkan dari sampah sayur - sayuran dan buah-buahan. (Dok/DLH Belitung)

Sempat Terkendala Listrik

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Gunung Sadai, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (22/2/2020) sudah bisa memproduksi kompos.

Produksi kompos tersebut bisa dilakukan, usai mesin pengelola sampah yang sebelumnya dibangun dengan APBN, sudah bisa dijalankan.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved