Breaking News:

Berita Belitung

Sempat Terkendala Listrik, Kini TPA Gunung Sadai Belitung Sudah Bisa Produksi Kompos

TPA sampah di Gunung Sadai, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (22/2/2020) sudah bisa memproduksi kompos.

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Dok/DLH Belitung
Petugas TPA Gunung Sadai, Desa Juru Seberang, melakukan pengelolaan sampah menjadi kompos. 

TPA Gunung Sadai Belitung Sudah Bisa Produksi Kompos

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Gunung Sadai, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (22/2/2020) sudah bisa memproduksi kompos.

Produksi kompos tersebut bisa dilakukan, usai mesin pengelola sampah yang sebelumnya dibangun dengan APBN, sudah bisa dijalankan.

Produksi kompos tersebut, telah dilakukan oleh petugas TPA Gunung Sadai ini sejak bulan Januari 2020 lalu. Kompos ini dibuat, dengan memanfaatkan sampah bekas sayur-sayuran, dan buah-buahan dari Pasar Tanjungpandan.

"Jadi sampah -sampah sayur dan buah itu yang kami kelola dengan sistem yang ada, terus kami buat menjadi bahan yang bisa bermanfaat, yaitu kompos,"  jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Edi Usdianto kepada posbelitung.co, sabtu (22/2/2020).

Sampah diubah menjadi kompos ini, memang baru dilakukan pada tahun 2020, lantaran selama ini terkendala masalah jaringan listrik yang belum ada di area TPA, sehingga membuat mesin pengelolaan sampah tersebut tidak bisa difungsikan.

"Itu sebetulnya, maka nya baru sekarang bisa di operasikan. Jadi di TPA Gunung Sadai itu kami sudah mulai memproduksi kompos, dan itu bahan nya dari sampah. Ini juga sebagai bentuk, melakukan pengelolaan sampah, dari bahan yang dibuang, menjadi bahan yang memiliki nilai," ucapnya.

Petugas TPA Gunung Sadai, Desa Juru Seberang, melakukan pengelolaan sampah menjadi kompos.
Petugas TPA Gunung Sadai, Desa Juru Seberang, melakukan pengelolaan sampah menjadi kompos. (Dok/DLH Belitung)

Tidak sedikit sampah sayur dan buah tersebut setiap hari dikumpulkan oleh petugas kebersihan. Ada ratusan kilogram (Kg) setiap hari dikumpulkan di TPA, untuk selanjutnya dikelola menjadi kompos.

"Ini akan terus kami jalankan, dan kedepannya kami sedang dalam tahap penyusunan peralatan, agar sampah plastik bisa jadi bahan bermanfaat juga, jadi bukan hanya sampah sayur dan buah saja, tapi semua sampah nanti memiliki nilai ekonomi," kata Usdianto. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved