TAJUK RENCANA

Pancasila Bukanlah Mitos yang Tabu Didiskusikan

Pancasila adalah cita-cita saat awal kemerdekaan bangsa ini. kewajiban kita sekarang adalah melanjutkannya mereka dengan mengejawantahkan pancasila

Pancasila Bukanlah Mitos yang Tabu Didiskusikan
Intisari
Lima butir Pancasila yang kita kenal sekarang ini ternyata lahir di bawah pohon sukun. Pohon sukun itu terletak sekitar 700 meter dari kediamannya di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, ketika diasingkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada 1934.

Panitia ini menyusun naskah yang akhirnya dijadikan Pembukaan atau Mukadimah dalam UUD 1945. Naskah inilah yang disebut dengan Piagam Jakarta. Apakah pancasila sudah final? Ternyata tidak, tepat satu hari usai proklamasi, perwakilan dari Indonesia Timur di Sidang PPKI menyatakan berkeberatan dengan sila pertama yang akhirnya diubah seperti yang hingga saat ini.

Soal ujud dari garuda pancasila yang menjadi lambang negara juga buah dari pikir dan kecerdasan para faunding father negara ini. Pancasila baik filosofi dan juga ujudnya adalah frasa yang berasal dari buah pikir.

Yang perlu dicatat, melihat dari catatan sejarah lahirnya pancasila, maka barangkali makna yang perlu lebih dikedepankan soal pancasila bukanlah posisinya sebagai dasar dan falsafah hidup ataupun asas. Pancasila adalah cita-cita yang dituangkan oleh pendiri-pendiri negara kita.

Saat kita menyadari betul bahwa pancasila adalah cita-cita, maka kita akan sangat legal dan equel untuk mendiskusikannya.

Saat kita memaknai pancasila sebagai awal, maka tentu kita akan bingung dan saling debat kemana kita akan berjalan. Saat pancasila dimaknai sebagai awal kit aberjalan, maka masing-masing anak bangsa ini tentu akan memiliki tujuan yang bermacam-macam dan akan selalu menjadi pertentangan.

Berbeda saat pancasila diposisikan sebagai tujuan, maka kita akan memiliki kaca mata yang sama kemana bangsa dan negara ini memiliki tujuan. Bagaimana memaknai ketuhanan, kemanusian, persatuan, demokrasi dan juga keadilan sosial.

Dan harus diakui, kita sudah terlalu lama salah memosisikan pancasila sebagai awal atau dasar, sehingga kita lalai perjalanan kita sudah banyak menyimpang. Ada baiknya, kita mulai berbenah dan menjadikan pancasila sebagai tujuan.

Saat kita sepakat, maka perjalanan bangsa ini akan kembali lurus mewujudkan keadilan sosial dengan berlandaskan ketuhanan, rasa kemanusian dengan jiwa persatuan dan memilih demokrasi sebagai jalannya.

Jika melihat dari sejarah kelahirannya, teori ini tidaklah berlebihan. Soekarno, Yamin atau Hatta dan founding father kita semua tentu merumuskan pancasila sebagai tujuan. Pancasila adalah cita-cita mereka memerdekakan bangsa ini. Dan menjadi kewajiban kita semua, melanjutkan cita-cita mereka dengan mengejawantahkan pancasila. (***)

Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: ibnu Taufik juwariyanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved