Breaking News:

Gereja Katedral Jakarta Tak Hanya Tunjukan Cinta Tuhan Yesus, Juga Pancasila dan Indonesia

Di dalam Gereja Katedral, terdapat berbagai simbol yang jadi wujud cinta Indonesia yang berpadu apik dengan elemen-elemen dalam agama Kristen Katolik.

Kompas.com
Pemandu wisata untuk Tur Wisata Bhineka, Wisata Rumah Ibadah sedang menjelaskan mengenai sejarah Gereja Katedral. 

POSBELITUUNG.CO, JAKARTA - Gereja Katedral jadi salah satu gereja yang menunjukkan rasa cinta tak hanya pada Tuhan Yesus tapi juga pada Pancasila dan Indonesia.

Di dalam Gereja Katedral, terdapat berbagai simbol yang jadi wujud cinta Indonesia yang berpadu apik dengan elemen-elemen dalam agama Kristen Katolik.

"Gereja Katedral bangga sekali, mereka cinta sekali dengan Indonesia dan Pancasila," ujar Maria Ester, pemandu wisata dalam rangkaian tur Wisata Bhineka Rute Gambir, Wisata Rumah Ibadah Lintas Agama, Sabtu (22/2/2020).

"Mereka sama-sama mencintai Tuhan dan agama mereka tapi memadukannya rasa cinta itu dengan elemen-elemen Indonesia," lanjutnya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Ibek ini, terdapat beberapa hal yang menunjukkan rasa cinta Indonesia tersebut di dalam Gereja Katedral.

Pada pintu masuk utama gereja terdapat patung Santa Maria dan inskripsi latin berbunyi 'Beatam Me Dicent Omnes Generationes' yang berarti Segala Keturunan Menyebut Aku Bahagia.

Ketika pertama kali masuk ke dalam, pengunjung disambut dengan arsitektur bergaya neo-gotik yang khas. Di sekeliling ruangan utama, terdapat lukisan perjalanan Yesus ketika disalib. Lukisan-lukisan tersebut dibuat dari kayu-kayu kecil yang kemudian disusun menjadi puzzle.

Kemudian di bagian depan, sebelah kiri dari altar terdapat dua patung besar, salah satunya adalah patung replika Bunda Maria. Namun ada yang unik dari patung tersebut. Patung Bunda Maria tersebut terlihat mengenakan kebaya ala Indonesia.

Di balik tudung panjang berwarna merah dan biru, patung Bunda Maria mengenakan kebaya putih panjang dengan ornamen wayang berwarna coklat. Untuk kain bawahannya, patung tersebut digambarkan mengenakan kain batik panjang berwarna coklat.

Ada yang spesial lagi di bagian dada patung tersebut. Terlihat lambang burung garuda yang terletak tepat di bagian dada. Selain itu, patung tersebut juga terlihat mengenakan kain batik panjang berwarna biru muda yang digunakan sebagai selendang.

Ornamen khas Indonesia juga tak hanya terlihat di patung Bunda Maria tadi. Di bagian luar, tepatnya di samping kanan bangunan gereja, terdapat patung Pancasila berukuran besar.

Di sudut tempat patung Pancasila tersebut berada juga disebut sebagai Plaza Pancasila. "Untuk menunjukkan, selain sebagai umat Katolik yang taat, mereka juga adalah orang Indonesia yang cinta Indonesia," kata Ibek.

"Selain itu untuk simbol bahwa Bunda Maria di sini adalah Bunda dari segala suku di Indonesia," tutupnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wujud Pancasila dan Cinta Indonesia di Gereja Katedral Jakarta"

Editor: Tedja Pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved