Virus Corona Merebak di Korea Selatan, Jumlah Penderita Terbesar di Luar China

Korea Selatan mengalami lonjakan penderita virus corona hingga lebih dari 700 orang dalam waktu kurang dari sepekan.

Wikimedia
China resmi mengonfirmasi bertambahnya jumlah penyakit yang disebabkan karena virus corona. 

Menyebabkan kekhawatiran

Kantong penyebaran di Shincheonji dimulai ketika seorang perempuan yang berumur 61 tahun mengalami demam pada 10 Februari.

Meski begitu, dia sempat menghadiri setidaknya empat ibadah di Daegu, kota terbesar keempat Korea Selatan, sebelum divonis menderita virus corona.

Wali Kota Daegu Kwon Young-jin mengatakan, sekitr 85 persen dari 292 kasus penularan yang dilaporkan berlangsung di Shincheonji.

Pemerintah menuturkan, sebanyak 9.300 pengikut Shincheonji dikaratina atau diminta tinggal di rumah. Namun masih ada ratusan anggota lain yang tak terlacak.

Dianggap sebagai sekte sesat, pendiri Shincheonji, Lee Man-hee, mengklaim dia mengenakan jubah yang dipakai oleh Yesus Kristus.

Selain itu, dia juga berjanji bakal membawa 144.000 pengikutnya untuk ke surga ketika Hari Penghakiman (akhir zaman) tiba.

Dalam pernyataan video yang dirilis Minggu, juru bicara sekte tersebut mengungkapkan permintaan maaf karena sudah "menyebabkan kekhawatiran".

Si juru bicara menegaskan, pihak gereja sudah bekerja sama dengan otoritas lokal dalam menerapkan "pencegahan awal" virus bernama resmi Covid-19 itu.

Dia menolak kritikan publik bahwa Shincheonji Church of Jesus adalah penyebab di balik pesatnya penderita virus corona di Korea Selatan.

Halaman
1234
Editor: rusmiadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved