Harga Emas Dunia Sentuh Level Tertinggi Dalam 7 Tahun Belakangan

Investor khawatir tentang pertumbuhan ekonomi global dalam menghadapi kasus virus corona yang meningkat tajam di luar China.

Harga Emas Dunia Sentuh Level Tertinggi Dalam 7 Tahun Belakangan
tribun timur
Iluistrasi emas batangan. 

POSBELITUNG.CO, CHICAGO - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak lagi pada akhir perdagangan Senin (24/2/2020) waktu setempat (Selasa pagi WIB).

Para investor memborong aset safe haven logam mulia di tengah kekhawatiran prospek ekonomi dunia. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April ditutup naik 27,8 dollar AS atau 1,69 persen, menjadi 1.676,6 dollar AS per ounce. Posisi ini merupakan level tertinggi dalam tujuh tahun.

Sementara itu, di pasar spot, emas naik 1,7 persen menjadi diperdagangkan di 1.671,35 dollar AS per ounce pada pukul 13.59 waktu setempat (18.59 GMT). Emas sempat mencapai tertinggi sesi 1.688,66 dolar AS, tingkat tertinggi sejak Januari 2013.

Investor khawatir tentang pertumbuhan ekonomi global dalam menghadapi kasus virus corona yang meningkat tajam di luar China. "Pasar sekarang ketakutan," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

"Kekhawatirannya bukan tentang virus tepatnya, itu dari sudut pandang ekonomi. Dow Jones jatuh sekitar 1.000 poin, imbal hasil obligasi juga lebih rendah," tambah dia.

Ada peningkatan tajam dalam kasus virus corona yang dilaporkan di Italia, Korea Selatan dan Iran, dengan Afghanistan dan Irak melaporkan kasus pertama mereka. Namun, tingkat infeksi di China telah berkurang.

Di luar China daratan, wabah telah menyebar ke sekitar 29 negara dan wilayah, dengan korban tewas sekitar dua lusin, menurut penghitungan Reuters. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, khawatir tentang meningkatnya jumlah kasus tanpa kaitan yang jelas dengan China.

Investor memandang emas dan aset lain seperti obligasi pemerintah dan dollar AS sebagai tempat berlindung yang aman (safe haven) selama masa tertekan. Pembalikan kurva antara imbal hasil obligasi AS 3-bulan dan 10-tahun semakin dalam, dalam apa yang para ekonom lihat sebagai sinyal resesi.

Imbal hasil acuan obligasi 10-tahun AS turun ke tingkat terendah sejak Juli 2016. Ketakutan investor terhadap wabah virus memicu aksi jual luas di pasar ekuitas. Dow Jones industrialals turun lebih dari 800 poin, di bawah rata-rata pergerakan 100 hari untuk pertama kalinya sejak Oktober.

Di Eropa, pasar mengalami penurunan harian terbesar sejak pertengahan 2016. Dukungan tambahan datang dari indeks dolar AS. Ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, indeks dolar mundur 0,12 persen menjadi 99,14 sebelum penyelesaian transaksi emas.

Halaman
12
Editor: tedja pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved