Breaking News:

Berita Belitung

Imigrasi Tanjungpandan Sosialisasikan Permenkumham Nomor 3 Tahun 2020 Gandeng KKP

penekanan dari Permenkumham itu terkait pemberian ijin tinggal terpaksa kepada warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang ada di Indonesia

(posbelitung.co/dede s)
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan Dewanto Wisnu Raharjo memberikan paparan dalam kegiatan sosialisasi Permenkumham Nomor 3 Tahun 2020, Selasa (25/2/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan melaksanakan sosialisasi terbitnya Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 3 Tahun 2020 sebagai salah satu wujud upaya pemerintah mencegah masuknya virus corona ke Indonesia di La Lucia Hotel by Prashanti, Selasa (25/2/2020).

Dalam acara kali ini, Imigrasi mengundang Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebagai narasumber serta instansi lainnya sebagai peserta.

"Jadi dengan sosialisasi ini kami ingin menyamakan persepsi terkait antisipasi warga negara asing dengan mewabahnya virus corona yang sudah mendunia ini," ujar Kepala Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan Dewanto Wisnu Raharjo.

Menurut Wisnu, penekanan dari Permenkumham itu terkait pemberian izin tinggal terpaksa kepada warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang ada di Indonesia.

Dalam artian jika warga negara RRT yang tinggal di Indonesia mengajukan perpanjangan ijin tinggal, maka akan diberikan ijin tinggal terpaksa.

Namun Permenkumham tersebut akan kembali dievaluasi pada tanggal 29 Februari 2020 mendatang.

"Namun sampai hari ini belum ada yang mengajukan itu di Kantor Imigrasi Tanjungpandan. Alhamdulillah dan jangan sampai ada di Belitung tapi kita harus tetap waspada dan kami akan tetap bekerjasama dengan instansi lain," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Wisnu, dalam Permenkumham Nomor 3 Tahun 2020, mengatur bahwa orang asing pemegang ijin tinggal dinas dan atau ijin tinggal diplomatik yang pernah tinggal dan atau mengunjungi wilayah RRT dalam kurun waktu 14 sebelum masuk wilayah Indonesia tidak diberikan izin masuk.

Oleh sebab itu, Wisnu mengakui untuk orang dari RRT maupun pernah mengunjungi RRT akan mendapat perlakukan agak berbeda.

"Jadi kami akan cek histori passpornya, jika misalnya baru seminggu pernah mengunjungi RRT maka tidak akan diberikan ijin masuk," katanya. (posbelitung.co/dede s)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Hendra
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved