Breaking News:

Berita Belitung

Ini Rencana Pengembangan Padi di Kabupaten Belitung, Sudah Ada Perusahaan yang Lirik

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, sekarang ini sedang merencanakan terus pengembangan tanaman padi.

Posbelitung/Disa Aryandi
Hasis saat menunjukan padi miliknya yang terkena penyakit kresek 

Ini Rencana Pengembangan Padi di Kabupaten Belitung, Sudah Ada Perusahaan yang Lirik

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, sekarang ini sedang merencanakan terus pengembangan tanaman padi.

Salah satu yang direncanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, dengan menjalin kerja sama ke perusahaan pertanian.

Sudah ada perusahaan yang melirik untuk melakukan pengembangan ketahanan pangan itu.

Perusahaan tersebut adalah PT Industri Padi Indonesia dan perusahaan ini sebelumnya sudah melakukan pengembangan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

"Kami sudah bertemu dengan mereka, dan mereka sudah melakukan pengecekan lahan secara langsung. Minggu kemarin kami lakukan pengecekan lahan dengan mereka, itu semua di arah Kecamatan Membalong," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung Destika Effenly kepada posbelitung.co, Rabu (26/5/2020).

Lahan yang diinginkan oleh perusahaan ini di tahap awal area demplot 10 hektar.

Lahan tersebut, bukan lahan sawah yang sudah digarap oleh petani, melainkan lahan sawah yang sudah kategori terlantar.

"Mereka sudah tertarik di Desa Membalong, dan sudah cek kemarin. Ini tentu nanti akan kami sosialisasikan kepada pemilik lahan sawah itu, ataupun dengan warga Desa setempat. Sistem nya nanti korporat, jadi bibit dan biaya operasional nya dari perusahaan langsung," ujarnya.

Kata Destika, untuk sistem antara pemilik lahan dan perusahaan ini, kemarin di tawarkan dari hasil gabah kering panen, yaitu untuk perusahaan 70 persen, dan pemilik lahan 30 persen.

Hanya saja, terlebih dahulu harus dilakukan pembicaraan lebih lanjut, dan melakukan penandatangan nota kesepahaman.

"Terus kalau misalkan petani itu ingin bekerja dilahan itu, diluar dari pembangian tadi, jadi di upah lagi. Semua sudah positif, tinggal pelaksanaan saja, dan pembicaraan kerjasama nya seperti apa nanti. Kami dapat informasi juga, mereka hanya menggunakan lahan itu selama 5 tahun," bebernya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved