Kuota Solar Bersubsidi di 2019 Jebol, Ini Kata Pertamina

Jebolnya subsidi solar tersebut membuat anggaran yang harus dibayarkan pemerintah ke Pertamina ikut meningkat di 2019.

Kuota Solar Bersubsidi di 2019 Jebol, Ini Kata Pertamina
kompas.com
Antrean kendaraan truk yang menunggu BBM Solar mengantri di SPBU Karang-karangan Kecamatan Bua, Kabupaten di Luwu pada Minggu (17/11/2019). 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengakui kuota subsidi solar di 2019 melebihi kuota yang telah ditentukan atau jebol. Pada 2019, Pertamina mengalokasikan subsidi solar sebanyak 14,5 juta kilo liter (KL).

"Untuk solar subsidi di tahun 2019 terjadi overkuota dari 14,5 juta (KL), realisasinya 16 juta (KL). Jadi subsidinya juga naik," ujar Nicke di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Berdasarkan data yang dipaparkan Pertamina, realisasi subsidi solar di 2019 sebesar 16,17 juta KL. Angka tersebut naik 5,3 persen jika dibandingkan 2018 lalu yang sebesar 15,36 juta KL.

Jebolnya subsidi solar tersebut membuat anggaran yang harus dibayarkan pemerintah ke Pertamina ikut meningkat di 2019. Di APBN 2019, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 26,84 triliun untuk subsidi solar.

Namun, karena subsidinya membengkak menjadi 16,17 juta KL, maka nilai subsidinya pun naik menjadi Rp 32,35 triliun. "Di 2020 kuotanya (subsidi solar) lebih rendah dari 2019," kata Nicke.

Adapun kuota subsidi solar di 2020 hanya 15,08 juta KL. Angka tersebut turun 6,8 persen jika dibandingkan subsidi solar pada 2019.

Sedangkan alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah untuk subsidi solar di 2020 sebesar Rp 15,31 triliun. Hingga Januari 2020 ini, jumlah subsidi solar yang sudah terserap sebanyak 1,31 juta KL. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pertamina Akui Kuota Solar Bersubsidi di 2019 Jebol"

Editor: tedja pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved