Breaking News:

Kriminalitas

Gara-Gara Cemburu Buta dengan Pelayan Warung Kopi, Warga Gantung Ditusuk Temannya

Warga Gantung M alias B (37) tertusuk pisau oleh temannya S (48) saat sedang nongkrong di warung kopi pada Sabtu (29/2/2020)

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Dok/Polsek Gantung
Lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat B dan S nongkrong bareng sebelum baku hantam di dalam warung kopi 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Warga Gantung M alias B (37) tertusuk pisau oleh temannya S (48) saat sedang nongkrong di warung kopi pada Sabtu (29/2/2020) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolsek Gantung AKP Karyadi mengungkapkan peristiwa ini terjadi karena cemburu buta kepada satu pelayan di warkop tersebut.

"Mereka nongkrong bareng dalam satu meja. B pesan minum tiga botol lalu datang S dan memesan lima botol lalu diantar oleh pelayan bernama Sl," kata Karyadi kepada Posbelitung.co, Selasa (3/3/2020).

Setelah ngobrol-ngobrol, kemudian S pulang dan minta B untuk bayarin minumnya. Awalnya B menolak membayari tapi akhirnya mengiyakan untuk membayar minuman yang S pesan. Lalu setelah itu S pulang dan di tengah jalan S menelepon Sl agar jangan dekat-dekat dengan B.

"Pas Sl ditelepon, B mendengar perkataan S dalam telepon. Diambil lah telepon itu dari B. Kemudian terjadi percekcokan di sambungan telepon itu," ungkap Karyadi.

Luka terkena pisau oleh S di badan B
Luka terkena pisau oleh S di badan B (Dok/Polsek Gantung)

Sekitar 20 menit kemudian, S tiba-tiba datang lagi ke warkop itu sementara pelayan sudah mengamankan diri karena tahu akan terjadi perkelahian.

B yang masih santai di warkop itu melihat S turun dari mobil sambil mengambil pisau dari sisi kiri tubuhnya.

Sontak B kaget lalu berusaha menghindar namun terkena di bagian dadanya. S tak puas dikejar lagi B sehingga ia masuk ke dalam warkop berusaha menghindar.

Lalu B bersembunyi di belakang kulkas sambil mengambil sapu sebagai pertahanan diri. S yang didekatnya ada botol minuman dilempar ke B tapi tidak mengenai tubuhnya.

"Korban sempat bilang, 'ampun son jadilah son'. Setelah itu S bilang, 'ku belum puas'. Lalu B tertusuk di bagian perut bawah. Kemudian S pergi," kata Karyadi sembari mengatakan setelah itu B langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan. Namun ia tidak diopname karena luka tusukannya kecil.

Atas perbuatannya, S akan dikenakan pasal 351 ayat (1) KUHP dan Pasal 2 ayat (1) UU nomor 12/DRT/1951 dengan ancaman hukuman selama 10 tahun. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Empon-empon Diburu Warga Karena Diyakini Bisa Jadi Penangkal Virus Corona, Ini Hasil Penelitiannya

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved