Breaking News:

Berita Belitung

Lagi, Ratusan Obat Disita Satpol PP dari Toko Kelontong

Jumlah dari obat-obatan yang berhasil disita petugas sebanyak 317 dengan rincian 280 obat batuk jenis tablet, dan 37 dalam kemasan sachet cair.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
posbelitung.co/Ferdi Aditiawan
Petugas Satpol PP saat melakukan penghitungan barang bukti yang berhasil diamankan di kantor, Senin (2/3/2020) malam 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ratusan obat batuk disita Satpol PP Kabupaten Belitung dari sebuah toko kelontong yang terletak di Jalan Teuku Umar Kelurahan Paal Satu Kecamatan Tanjungpandan, Senin (2/3/2020) malam.

Diduga obat-obatan tersebut dijual tanpa memiliki izin. Adapun pemilik toko bernama Andy (31) yang berprofesi sebagai buruh harian lepas di Pulau Belitung.

Sedangkan jumlah dari obat-obatan yang berhasil disita petugas sebanyak 317 dengan rincian 280 obat batuk jenis tablet, dan 37 dalam kemasan sachet cair.

Kepala Seksi (Kasi) Penertiban, Operasional, dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Belitung Rully Hidayat mengatakan obat-obatan disita  berdasarkan laporan dari masyarakat sekitar.

Sekaligus melaksanakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda) yakni patroli wilayah rutin sebanyak tiga kali sehari.

Selain itu berlandaskan dengan Instruksi Gubernur nomor 188.54 / 2 / Dinkes / 2017 tentang penertiban, penyaluran dan penjualan obat yang masuk golongan obat bebas terbatas di seluruh toko, swalayan, dan retail lainnya yang tak memiliki izin sebagai apotek atau toko obat.

Serta Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Belitung nomor 9 tahun 2017 tentang penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

"Sebab obat itu hanya boleh dijual oleh apotek, puskesmas, instalasi farmasi rumah sakit, klinik, dokter, dan toko obat. Barang tersebut juga rawan disalahgunakan, terutama dari kalangan remaja," kata Rully Hidayat kepada posbelitung.co, Senin (2/3/2020) malam di kantor Satpol PP.

Terkait masalah ini pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik warung pada hari Selasa, (3/3/2020) guna ditindaklanjuti dan dimintai keterangan dari mana asal dan siapa distributor obat-obatan terlarang yang berhasil diamankan petugas melihat jumlah obat yang diangkut lumayan cukup banyak.

"Saat ini barang tersebut diamankan terlebih dahulu, nantinya akan dimusnahkan. Terkait harga, keuntungan, serta sudah berapa lama pemilik warung menjual belum bisa kami informasikan," ujar Rully Hidayat.

Ia mengungkapkan saat ini Satpol PP memang sedang gencar melakukan razia obat-obatan dan miras sesuai dengan instruksi Bupati dalam rangka menciptakan Kabupaten Belitung yang kondusif.

Satpol PP mengimbau kepada pemilik warung-warung kelontong agar tidak menjual obat-obatan terlarang dan minuman keras (miras) tanpa izin.

Khususnya bagi orang tua agar lebih mengawasi para anak-anak di rumah agar jangan sampai jatuh ke pergaulan bebas, dalam artian minum-minuman keras (Miras) dan menyalahgunakan obat-obatan terlarang.

"Apabila kedapaatan dan terjaring razia tentunya akan kami tertibkan dan tindak tegas," pungkas Rully Hidayat.

(posbelitung.co / Ferdi Aditiawan)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved