Breaking News:

Berita Belitung

Masuk Daftar 132 Rumah Sakit Rujukan, RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan Siapkan Corona Centre

RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan termasuk satu diantara 132 rumah sakit rujukan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) untuk covid 2019

Posbelitung.co/Dede Suhendar
Gedung ICU RSUD Marsidi Judono yang direncanakan dijadikan Corona Centre. 

Masuk Daftar 132 Rumah Sakit Rujukan, RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan Siapkan Corona Centre

POSBELITUNG.CO,BELITUN-- RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan termasuk satu diantara 132 rumah sakit rujukan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) untuk covid 2019 berdasarkan SK Kemenkes RI.

Oleh sebab itu, semenjak Januari 2020 lalu jajaran RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan telah melakukan langkah antisipasi.

Sehinga muncul inisiasi dari pihak RSUD menggelar pertemuan melihat Pemkab Belitung hingga instansi lintas sektor membahas langkah simulasi penanganan pasien corona.

"Rapat itu tanggal 31 Januari kemarin termasuk juga menunjuk SDM, menyiapkan SOP, merencanakan simulasi. Bahkan Jumat nanti akan pertemuan ulang yang lebih luas lagi, karena kami juga butuh dukungan anggaran," ujar Direktur RSUD Marsidi Judono dr Hendra SpAn kepada Posbelitung.co, Rabu (4/3/2020).

Menurutnya saat ini RSUD masih terkendala kekurangan sarana prasarana, obat-obatan, Barang Medis Habis Pakai (BMHP) dan alat pelindung diri (APD).

Hal ini dikarenakan langkah penanganan pasien corona di luar perencanaan sehingga membutuhkan tambahan anggaran tanggap bencana.

"Mudah-mudahan di Belitung tidak ada tapi walau bagaimana pun kami harus siap jika sewaktu-waktu ada pasien itu. Apalagi RSUD kita masuk daftar rumah sakit rujukan tadi," jelasnya.

Berdasarkan hasil pembahasan internal, akhirnya jajaran RSUD memutuskan akan membuka Corona Centre.

Gedung Ruangan Intensive Care Unit (ICU) akan ditunjuk menjadi ruangan isolasi khusus penanganan pasien corona.

Menurut Hendra, gedung ICU benar-benar akan steril dan menghindari kontak dengan gedung-gedung lainnya.

"Jadi apapun itu, adminstrasi, pemeriksaan pasien, laboratorium, radiologi disatukan di situ. Nanti lingkungan gedung itu akan kami sterilkan, tidak ada yang boleh masuk kecuali petugas khusus," ungkap Hendra.

Ia menambahkan berdasarkan SOP, pasien yang terjangkit corona juga akan ditangani secara khusus.

Tak hanya ruangan, petugas pun harus menggunakan APD, makanan minuman, obat-obatan, sanitasi hingga limbah bekas pakai pasien harus dipisahkan sehingga steril dan tidak terjadi kontak dengan yang lain.

"Semuanya harus ada simulasinya. Artinya masyarakat kita harus paham, jika suatu saat ada pasien itu jangan mendekat tapi menghindar," ungkapnya. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved