Breaking News:

Berita Sungailiat

Sejumlah Pemuda Lakukan Aksi Blokade Gerbang Pantai Matras Sungailiat Bangka

"Karena uang sebesar Rp 135 Juta bagi kami pengelola gerbang, sangat besar, dan tidak mungkin untuk ditalangi dulu," jelasnya

Penulis: Ramandha | Editor: Dedi Qurniawan
bangkapos.com / Ramandha
Aksi blokade gerbang Pantai Matras, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (4/3/2020) sore. 

POSBELITUNG.CO - Sejumlah pemuda masyarakat lingkungan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, melakukan aksi blokade gerbang Pantai Matras, Rabu (4/3/2020) sore.

Diketahui aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka yang mengeluarkan aturan retribusi bayar di muka.

Satu di antara masyarakat pengelola Gerbang Pantai Matras, Iwan menuturkan, kebijakan pemerintah daerah (pemda) dalam memberlakukan aturan bayar di muka (retribusi) ini memberatkan pihaknya.

"Karena uang sebesar Rp 135 Juta bagi kami pengelola gerbang, sangat besar, dan tidak mungkin untuk ditalangi dulu," jelasnya kepada Bangkapos.com di sela aksi blokade.

"Kami selaku masyarakat sangat tidak bisa menerima kebijakan ini. Kita lihat saja, yang pasti akan membuat orang-orang kapitalis (besar) subur. Sedangkan kami yang tidak mampu, yang miskin akan tambah miskin. Jangan biarkan masyarakat pribumi tertindas," ungkapnya.

Sejumlah pemuda masyarakat Matras melakukan aksi blokade di depan gerbang Pantai Matras, Rabu (4/3/2020)
Sejumlah pemuda masyarakat Matras melakukan aksi blokade di depan gerbang Pantai Matras, Rabu (4/3/2020) (bangkapos.com / Ramandha)

Iwan yang mewakili masyarakat pengelola gerbang pantai tersebut, sangat menginginkan Pemkab Bangka, khususnya Bupati Bangka Mulkan, dapat mendahulukan serta mempedulikan keinginan warga matras, khususnya pengelola gerbang.

"Paling tidak, kami ingin pengelolaannya berjalan seperti biasa. Karena uang itu sangat besar. Tolong pikirkan kami, Pak (bupati)," harapnya.

"Belum ada kejelasan mengenai bisa atau tidaknya kami mengelola ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Harapan kami supaya Pemkab Bangka memfasilitasi keinginan (masyarakat) pengelola gerbang agar jatuh ke tangan kami lagi. Karena Pantai Matras adalah pantai kami," ujarnya.

Aturan Dinilai Memberatkan

Kholid, satu di antara warga Matras, merasa diberatkan dengan keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka yang mengeluarkan aturan baru perihal retribusi di kawasan Pantai Matras.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved