Breaking News:

Ketika Pidato Pak Camat Buat Tangis Para Murid Pecah, Upacara Bendera Berubah Jadi Banjir Air Mata

Ketika Pidato Pak Camat Buat Tangis Para Murid Pecah, Upacara Bendera Berubah Jadi Banjir Air Mata

Facebook Kak Suhe
Viral pidato bapak camat buat tangis para murid pecah 

Terkadang pergi pagi pulang malam demi mencari nafkah buat Anda di rela dihardik orang, dibentak orang.

Terkadang demi Anda punya sepatu yang bagus seperti orang lain, punya seragam seperti orang lain, dia rela berhutang pada orang lain.

Dia rela malu dengan orang lain agar apa? Agar anaknya yang didoakan siang dan malam bisa menjadi orang dalam hidupnya bisa menjadi sukses dalam hidupnya.

Dan hari ini sudah berapa kali Anda melawan pada pria hebat itu?

Sudah berapa kali Anda tidak melaksanakan perintahnya?

Sudah berapa kali?" lanjut sang camat.

Sontak kalimat-kalimat itu membuat para murid makin terhanyut dan menangis.

Bahkan tak hanya para murid, guru-guru yang juga ikut di upacara itu ikut meneteskan air mata.

Pidato menyentuh tersebut lalu diakhiri dengan pesan agar para murid selalu ingat untuk memuliakan orangtua.

Ribuan orang ikut terharu dan menulis tanggapan mereka di kolom komentar.

"Masha Allah pak camatnya pinter, cerdas, luar biasa."

"Mantab sekali pidato bapak ini, melebihi kaum berjenggot yang selalu mengkafirkan sesama umat ini.
Sampai aku menitik kan air mata."

"Pak camat ..semoga allah menjaga anda dan Istiqomah dalam mejalan kan tugas dan kewajiban anda...Amiinn ya rabbal alamin."

"Al fatihah buat emaku/ ibuku yg sejak kecil sdh meninggalkan aq selamanya, dan buat bapakku semoga selalu diberi kesehatan."

"Subhanallah, ini benar adanya, kita semua memang harus merenungkan isi ceramah pak camat ini."(TribunStyle.com/Galuh Palupi)

Artikel ini telah tayang di TRIBUNSTYLE.COM dengan judul Viral Upacara Bendera Berubah Jadi Banjir Air Mata, Pidato Bapak Camat Buat Tangis Para Murid Pecah

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved