Jangan Sepelekan Cuci Tangan, Ternyata Ini Dampak dan Bahaya Bila Tangan Kotor

Hasil eksperimen tersebut sangat relevan kembali diviralkan setelah virus corona masuk Indonesia lewat 2 warga Depok Jawa Barat.

caifas/Shutterstock
Ilustrasi Cuci Tangan 

"Tidak semua mikroorganisme mati dengan pemakaian hand sanitizer," kata Edwin.

"Hand sanitizer berbasis alkohol sehingga lebih mudah menguap,"sambungnya.

Kendati demikian, Edwin menuturkan, tidak ada salahnya menggunakan hand sanitizer ketika dalam keadaan yang tidak memungkinkan cuci tangan dengan sabun dan air.

"Bila keadaan tidak memungkinkan menggunakan sabun dan air, hand sanitizer tetap direkomendasikan untuk cuci tangan," kata dia.

Cuci Tangan Menggunakan Sabun

Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, disebutkan, kuman-kuman yang menempel di kulit tangan kita bisa dengan mudah ditransfer lewat sentuhan.

Beberapa kuman bahkan bisa menular ke orang lain bila kita tidak mencuci tangan.

Maka, untuk menghindarinya, setiap orang dianjurkan untuk mencuci tangan sebelum makanan dan setelah menggunakan kamar mandi.

Sebelum menyiapkan makanan pun kita dianjurkan untuk tidak menyentuh mulut dan hidung.

Lalu jenis sabun seperti apa yang lebih sehat untuk digunakan?

Seperti yang diketahui, istilah 'kuman' mengacu pada bakteri, virus dan jamur.

Sabun batang mengandung lebih banyak kuman karena ketika bercampur dengan air, lemak sabun luruh dan berbusa.

Kondisi ini membuat bakteri pada tangan menempel di sabun batang.

Namun, hal ini tak membawa permasalahan besar.

Cukup bilas sabun tersebut maka bakteri yang ada akan berkurang.

Ketika digunakan di rumah dengan anggota keluarga yang sedikit,sabun batang masih aman digunakan.

Namun, menggunakan sabun juga bisa memengaruhi pH tangan.

Sabun batang memiliki pH lebih tinggi sehingga bisa menghilangkan kandungan minyak alami dari kulit.

Hal ini akan menyebabkan tangan menjadi kering.

Selain itu, menurut Centre for Disease Control and Prevention, membersihkan tangan dengan sabun dan air hangat juga bisa bermanfaat membunuh kuman.

Untuk meminimalir risiko penyebaran kuman berbahaya, kita dianjurkan untuk menggunakan sabun cair.

Namun, sistem isi ulang kemasan sabun cair dinilai bisa menjadi surga bagi mikroba.

Akan lebih baik jika kemasan sabun cair dibuang ketika selesai digunakan.

Untuk kemasan yang bisa digunakan kembali, pastikan mencucinya terlebih dahulu sebelum mengisinya kembali dengan sabun.

Jadi, ketika ada banyak anggota keluarga di rumah, lebih disarankan untuk menggunakan sabun cuci tangan cair karenasabun batang lebih berisiko menjadi sarang bakteri dan membuat tangan kering.

Hanya saja, kita harus rajin membersihkan botol sabun cair tersebut sebelum mengisinya kembali.

(TribunStyle.com/TsaniaF)

Sebagian Artikel ini dikutip dari Tribunnews.com dengan judulVIRAL Eksperimen Cuci Tangan Pakai Sabun Hasilnya Paling Bersih, Begini Penjelasan Dokter.

Artikel ini telah tayang di TRIBUNSTYLE.COM dengan judul Mengapa Cuci Tangan Ampuh Cegah Virus Corona? Horor Bahaya Tangan Kotor Terbukti dari Foto-foto Ini

Penulis: tidakada007
Editor: rusmiadi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved