WIKI BELITUNG

Kelompok Pemuda Desa Air Seruk, Sukses Budidayakan Ikan Air Tawar di Kolong Bekas Tambang

Memanfaatkan kolong eks tambang timah yang kini sudah tak produktif, Kelompok Nila Berjaya memiliki 20 keramba yang memuat ribuan nila dan lele

Kelompok Pemuda Desa Air Seruk, Sukses Budidayakan Ikan Air Tawar di Kolong Bekas Tambang
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Anggota Kelompok Nila Berjaya saat mengambil lele dalam keramba, Minggu (8/3/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Tertarik melakukan aktifitas positif di sela kegiatan, para pemuda Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk membentuk ke kelompok.

Meski diawal pembentukannya masih bimbang akan bergerak pada sektor pertanian atau perikanan, Kelompok yang terbentuk Februari 2016 ini eksis membudidayakan ikan air tawar.

Memanfaatkan kolong eks tambang timah yang kini sudah tak produktif, Kelompok Nila Berjaya memiliki 20 keramba yang memuat ribuan nila dan lele.

Dari jalan raya, butuh sekitar 10 menit ke lokasi yang berada di hutan, tepatnya di dekat kebun salah seorang anggota Kelompok Nila Berjaya.

Berkunjung ke lokasi keramba, Minggu (8/3/2020), akses menuju lokasi keramba memang akan lebih mudah jika mengendarai sepeda motor.

Anggota Kelompok Nila Berjaya saat mengambil lele dalam keramba, Minggu (8/3/2020).
Anggota Kelompok Nila Berjaya saat mengambil lele dalam keramba, Minggu (8/3/2020). (Posbelitung/Adelina Nurmalitasari)

Setelah menempuh perjalanan, sampailah ke lokasi budidaya ikan. Jaring keramba hitam berbentuk persegi tersusun di kolam air mengalir.

Ada masing-masing 10 keramba di kiri-kanan, di tengahnya terdapat papan yang bisa digunakan berjalan melihat-lihat ikan di keramba, hingga menuju pondok kecil di tengah kolam.

Sembari berjalan di tengah keramba, terlihat jelas air jernih mengalir serta ikan-ikan nila berwarna cerah yang seolah datang menyambut.

Ketua Kelompok Nila Berjaya Virandy Putra menyebut, lokasi yang kini digunakan sebagai budidaya ikan ini merupakan kolong eks tambang timah yang tak digunakan sekitar 12 tahun.

Tak perlu khawatir dengan kandungan logam berat, karena indikator alami seperti lumut menunjukkan bahwa kolong tersebut sudah bisa digunakan meski tanpa perlakuan khusus dari kelompok tersebut.  Ikan-ikan juga berkembang baik.

Anggota Kelompok Nila Berjaya saat mengambil lele dalam keramba, Minggu (8/3/2020).
Anggota Kelompok Nila Berjaya saat mengambil lele dalam keramba, Minggu (8/3/2020). (Posbelitung/Adelina Nurmalitasari)
Halaman
123
Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved