Breaking News:

Komnas Perempuan Catat 431.471 Korban Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia Sepanjang 2019

Komisi Nasional Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat sebanyak 431.471 korban kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
tribun lampung
Ilustrasi kekerasan terhadap anak 

POSBELITUNG.CO--Komisi Nasional Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat sebanyak 431.471 korban kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan yang terjadi di Indonesia sepanjang 2019. Angka ini naik enam persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 406.178 kasus.

Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amirudin mengatakan data paling banyak korban bersumber dari Badan Peradilan Agama sejumlah 416.752 korban. Sumber lainnya yakni dari Lembaga Layanan sejumlah 14.719 korban.

"Kasus paling banyak terjadi di ranah privat, artinya pelaku masih merupakan kerabat dari korban. Bisa jadi dari keluarga atau pacar. Dari 14.719 kasus oleh Lembaga Layanan sebanyak 75 persen atau 11.105 kasus terjadi di ranah privat alias kekerasan dalam rumah tangga. Sisanya terjadi di ranah publik dan negara," jelas Mariana kepada Posbelitung.co, Minggu (8/3/2020).

Kekerasan yang paling menonjol, lanjut Mariana, adalah kekerasan fisik sebanyak 4.783 kasus, kekerasan seksual sebanyak 2.807 kasus, kekerasan psikis sebanyak 2056 kasus, dan kekerasan ekonomi 1.459 kasus.

Sedangkan kasus kekerasan terhadap anak perempuan melonjak sebanyak 2341 kasus yang sebelumnya berada di angja 1.417 kasus.

"Tak kalah penting, tahun ini terjadi lonjakan besar pada kasus cyber sebanyak 281 yang mana sebelumnya hanya 97 kasus saja," kata Mariana.

Hal ini akan menjadi perhatian serius bagi Komnas Perempuan agar bisa lebih serius diperhatikan pemerintah. Komnas Perempuan telah memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah agar angka ini tidak naik terus tiap tahunnya.

Satu di antara rekomendasinya yakni mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyusun dan mengefektifkan pendidikan adil gender sebagai bagian dari pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual secara khusus dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual dalam keluarga.

"Saya harap dengan begitu angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia bisa menurun," harap Mariana. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved