Otomotif

Kemenhub Akan Atur Motor Tua, Mesin Harus Dikonversi ke Listrik Baru Bisa Beroperasi

Dewanto mengatakan, karena konversi dari bahan bakar minyak ke motor listrik merupakan modifikasi yang cukup besar, ke depan jika benar terlaksana

Kemenhub Akan Atur Motor Tua, Mesin Harus Dikonversi ke Listrik Baru Bisa Beroperasi
Pos Belitung/Wahyu K
Biker di Tanjungpandan, Belitung bergaya diatas motor tua yang sudah di modifikasi sesuai selera mereka 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA,  -- Pecinta motor tua atau motor klasik bakal kesulitan nantinya dalam mengkoleksi motor-motor jadul.

Pasalnya saat ini Dirjen Perhubungan Darat sedang membuat aturan penggunaan motor jadul ini.

Kementerian Perindustrian berencana untuk melegalkan rekondisi motor tua berbahan bakar minyak yang dikonversi menjadi listrik murni atau battery electric vehicle ( BEV).

Wacana ini muncul sebagai salah satu upaya mendorong era elektrifikasi di Tanah Air.

Sehingga ekosistem tidak hanya tumbuh di kendaraan baru, tetapi juga mobil atau motor bekas yang sudah ada di masyarakat.

Dewanto Purnacandra, Kasubdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor Direktorat Sarana Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub), mengatakan, saat ini pihaknya masih menggodok konsep tersebut.

Spesifikasi motor modifikasi Joni.
Spesifikasi motor modifikasi Joni. (Grafis posbelitung.co/Wahyu Kurniawan)

"Konsep sedang disusun tapi mesti dibahas dengan banyak pihak terkait, sebab ada banyak peraturan di atas yang jangan sampai kita melanggar, karena aturan terkait modifikasi harus ada izin, ada APM," katanya di Jakarta, belum lama ini.

Dewanto mengatakan, karena konversi dari bahan bakar minyak ke motor listrik merupakan modifikasi yang cukup besar, ke depan jika benar terlaksana maka kendaraan tersebut harus melakukan uji tipe ulang.

"Nanti skemanya seperti apa itu yang mau coba diatur, misalkan ada perusahaan yang ditunjuk dia mau modifikasi nanti masyarakat yang mau melakukannya ke situ, jadi perusahaan itu sudah punya uji tipe," katanya.

Hanya saja kata Dewanto, rinciannya masih perlu studi lebih lanjut.

Mengapa dibuat ada perusahaan yang berwenang, sebab pada dasarnya peorangan tidak bisa melakukan uji tipe sendiri.

"Perorangan tidak bisa, jadi harus ada perusahaan dulu, jadi konsumen melalui perusahaan itu. Perusahaannya apa belum, ini baru pemikiran saya, ini masih baru, sebab perorangan belum diatur melakukan pengujian, harus perusahaan," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenhub Bicarakan Skema Konversi Motor Jadul ke Listrik",

Penulis : Gilang Satria

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved