MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Dewi Aryani: Kembalikan Uang Yang Sudah DIbayar Peserta

Permohonan uji materi mengenai kenaikan iuran BPJS itu diajukan Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCDI).

MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Dewi Aryani: Kembalikan Uang Yang Sudah DIbayar Peserta
(Kompas.com/ Luthfia Ayu Azanella)
Ilustrasi BPJS Kesehatan 

POSBELITUNG.CO - Mahkamah Agung (MA) mengabulkan judicial review Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Dalam putusannya, MA membatalkan kenaikan iuran BPJS per 1 Januari 2020.

Adapun kabar tersebut beredar hari ini Senin (9/3/2020).

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Komisi 9 Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, meminta Pemerintah dalam hal ini Kemenkes, Kemenkeu, dan BPJS Kesehatan, harus segera membahas teknis pengembalian iuran peserta yang sudah dibayarkan sejak Januari sampai Maret 2020.

Hal tersebut memang tidak mudah sehingga harus benar-benar membuat langkah yang paling tepat agar tidak membuat kegaduhan baru.

"Pemerintah jangan memulai gaduh dengan urusan kenaikan dan mengakhiri dengan gaduh pula.

Selesaikan semua urusan rakyat sebaik-baiknya," tegas DeAr, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (9/3/2020).

DeAr mengatakan, masalah kesehatan saat ini adalah kebutuhan mendasar rakyat.

Merupakan tanggung jawab pemerintah pusat hingga daerah untuk memastikan semua mendapat pelayanan kesehatan yang sesuai menggunakan JKN/BPJS sesuai kategorinya.

Untuk yang masuk kategori miskin harus dapat KIS PBI.

Halaman
123
Editor: rusmiadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved