Breaking News:

Berita Belitung Timur

Dinas Perspustakaan Belitung Timur Gelar Pelatihan SIKD

Adanya SKID dapat membuat efisiensi dan penghematan anggaran untuk pengadaan barang seperti kertas, rak, lemari, filling kabinet termasuk pengadaan

Penulis: Suharli
Editor: Hendra
posbelitung/suharli
Sekretaris Dinas Perpustakaan Belitung Timur, Ronny Styawan, saat menghadiri acara pendampingan SIKD di Ruang Satu Hati Bangun Negeri. Kamis (12/3/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNGTIMUR - Sebanyak 35 peserta mengikuti pelatihan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) selama dua hari 12-13 Maret 2020, guna terciptanya digitalisasi kearsipan.

Sekretaris Dinas Perpustakaan Belitung Timur, Ronny Styawan menuturkan seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, pengelolan arsip secars elektronik atau dikenal dengan SKID.

Ronny menjelaskan SKID adalah suatu aplikasi yang dirancang untuk pengelolaan arsip dinamis.

Kegiatan pendampingan aplikasi SKID agar dapat mengelola arsip dalam mengelola arsip dinamis dengan menggunakan teknologi informasi.

"Memasuki era 4.0 perlu ada inovasi yang bisa dilakukan Kedepan, Pengelolaan kearsipan harus mengarah ke paper less (tanpa kertas) dan tanpa gedung," ujar Ronny kepada posbelitung.co, Kamis (12/3/2020).

Dia mengatakan sesuai dengan arah revolusi yaitu perubahan secara cepat dan mendasar bidang Industri 4.0 yang mengoptimalkan peran dan fungsi kemajuan TIK.

"Dimana segala sesuatunya diarahkan pada pengelolaan secara digital/elektronik termasuk pola kerja di birokrasi," ujarnya.

Selain itu menurut Ronny, adanya SKID dapat membuat efisiensi dan penghematan anggaran untuk pengadaan barang seperti kertas, rak, lemari, filling kabinet termasuk pengadaan bangunan gedung (arsip).

"Kita hanya butuh ruang penyimpanan yang kecil berbentuk ROM, Harddisk atau server," ujarnya.

Dia menambahkan tanpa disadari, dikehidupan sekarang memang sudah mengelola tatanaskah dinas dalam bentuk digital.

Ditanya kendala dalam penerapan menurut Rony tinggal bagaimana mengatur, aspek legalitas, keamanan data, pemilahan arsip mana yang rahasia mana yang bukan, backup bila terjadi permasalahan dan pemberian judul.

"Bila aturan/kebijakan saat ini belum mengakomodir sepenuhnya, maka kita dapat masuk pada regulasi yang mengatur tentang inovasi daerah, diskresi administrasi pemerintahan," beber Ronny. (Posbelitung.co/suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved