WIKI BELITUNG

Kue Penyurong Kuliner Tradisional Khas Belitung Timur, Sempat Hilang Kini Hidup Lagi

Komunitas Tebat Rasau berinisiatif membuat lagi kue ini karena ingin mengembalikan memori ketika kecil saat orang tua mereka 'beume'.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Hendra
(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Kue Penyurong 

POSBELITUNG.CO, BELITUNGTIMUR - Siapa yang pernah dengar Kue Penyurong?

Orang Lintang, Simpang Renggiang pasti tahu.

Kue ini sudah bisa dibilang punah karena peredarannya di masyarakat sudah tidak pernah ditemukan.

Eiotttss, jangan sedih dulu!

Di Festival Kuliner Tradisional Belitong dan Atraksi Seni Budaya 2020 yang dilaksanakan pekan ini ada yang bikin lho!

Kali ini yang punya inisiatif menghidupkan lagi kue ini adalah Elistiana yang merupakan anggota komunitas Tebat Rasau.

Saat membuat kue Penyurong
Saat membuat kue Penyurong ((Posbelitung.co/BryanBimantoro))

Ia bersama komunitasnya berinisiatif membuat lagi kue ini karena ingin mengembalikan memori ketika kecil saat orang tua mereka 'beume'.

Ia bercerita makanan ini adalah makanan saat orang-orang tua 'beume' alias berkebun.

Dulu dimakan sambil menunggu padi masak mereka menanam singkong.

Singkong ini yang menjadi bahan dasar Penyurong.

Memasak kue Penyurong
Memasak kue Penyurong ((Posbelitung.co/BryanBimantoro))

"Saya juga awalnya tidak tahu makanan ini. Namun, saya belajar dari orang-orang tua dulu yang suka bikin ini," aku Elistiana kepada posbelitung.co, Sabtu (14/3/2020).

Penyurong ini bahannya 100 persen terbuat dari singkong. Setelah singkong dikupas, lalu dicuci.

Setelah itu diparut sampai halus. Baru saat di hasil parutan ini diberi sedikit garam.

Kemudian parutan singkong itu dibentuk di sebatang kayu seperti sate.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved