Breaking News:

Berita Belitung

Ciptakan Hand Sanitizer Sendiri, UPT Laboratorium DLH Belitung, Masih Terkendala Bahan

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Belitung, membuat hand sanitizer sendiri.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
Dok/PT Laboratorium DLH
UPT Laboratorium DLH Kabupaten Belitung, Senin (16/3/2020) membuat Hand Sanitizer sendiri. 

Ciptakan Hand Sanitizer Sendiri, UPT Laboratorium DLH Belitung, Masih Terkendala Bahan

POSBELITUNG.CO,BELITUNG-- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Belitung, membuat hand sanitizer sendiri.

Pembuatan antiseptik tersebut, mengingat Hand Sanitizer ini, sudah menjadi kebutuhan, sebagai salah satu pencegahan atau memutus rantai penyebaran virus corona.

Hand sanitizer tersebut kini, bisa terbilang sudah hilang di pasaran, dan banyak di cari oleh masyarakat. Pembunuh kuman tersebut, baru di produksi oleh UPT Laboratorium ini selasa kemarin, dengan bahan stok yang ada di laboratorium itu.

Namun produksi hand zanitizer ini, terbilang tidak banyak hanya sekitar dua liter. Sekarang, hand sanitizer tersebut, sebagian sudah di distribusikan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan keperluan kantor Dinasi Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung.

"Tidak banyak kami buat, karena terkendala bahan. Kalau ada bahan nya, kami bisa membuat lebih banyak," kata Kepala DLH Kabupaten Belitung Edi Usdianto melalui Kepala UPT Laboratorium LH Kabupaten Belitung Dedy Suprapto kepada Posbelitung.co, rabu (18/3/2020).

Bahan untuk pembuatan hand sanitizer itu, mengacu kepada petunjuk dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), yaitu menggunakan bahan etanol 96 %, gliserol 98 %, hidrogen peroksida 3 %, dan air streil atau aquadest.

Sedangkan untuk alat - alat pembuatan ini adalah, gelas ukuran 1000 ml, becker glass, gelas ukuran 50 ml, gelas ukuran 25 ml, batang pengaduk, botol kaca.

"Semua bahan itu nanti di campur dan di diamkan. Itu di diamkan sekitar tiga atau empat jam, atau maksimal 72 jam, setelah itu sudah bisa digunakan. Ya cukup sederhana sih, hanya saja kami terkendala bahan untuk membuat lebih banyak," jelas Dedy.

UPT Laboratorium DLH Kabupaten Belitung, Senin (16/3/2020) membuat hand sanitizer sendiri.
UPT Laboratorium DLH Kabupaten Belitung, Senin (16/3/2020) membuat hand sanitizer sendiri. (Dok/UPT Laboratorium DLH)

Kata Dedi, untuk bahan yang sulit didapat dalam pembuatan Hand Sanitizer tersebut adalah gliselor. Namun mereka belum melakukan pengecekan, apakah gliselor itu ada dijual di apotik atau tidak.

"Kalau ada, kami bisa produksi lagi dan kalau misalkan OPD ada bahan, kami bisa membantu untuk membuat nya. Karena ini memang dalam keadaan darurat, dan kami bukan tidak ingin membagi ke masyarakat, karena keterbatasan tadi dan tidak banyak," kata Dedy.

Menurutnya, hand sanitizer yang sudah diproduksi tersebut, hanya diproduksi untuk kepentingan dinas. (Posbelitung.co/Disa aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved