Pemerintah Hentikan Ekspor Masker, Terjadi Kelangkaan Masker di Dalam Negeri

Lantaran beberapa minggu terakhir terjadi kelangkaan masker, maka pemerintah memutuskan menghentikan ekspor alat kesehatan tersebut.

Pemerintah Hentikan Ekspor Masker, Terjadi Kelangkaan Masker di Dalam Negeri
kompas.com
Masyarakat membeli masker di salah satu toko di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa, (10/3/2020). Harga masker melonjak hingga kisaran harga Rp 300.000 per box. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Ekspor masker melonjak di tengah kekhawatiran akan penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Lantaran beberapa minggu terakhir terjadi kelangkaan masker, maka pemerintah memutuskan menghentikan ekspor alat kesehatan tersebut.

Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan terjadi peningkatan nilai ekspor untuk beberapa produk non migas, masker salah satu komoditas yang kenaikan ekspornya sangat tajam.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti menjelaskan, masker masuk dalam kategori HS 63 atau barang tekstil lainnya.

Kode lengkap HS masker adalah HS 63079040. "Barang tekstil lainnya jumlah ekspor naik 72 juta dollar AS, itu komoditas masker masuk," ujar Yunita di Jakarta, Senin (16/3/2020).

BPS mencatat, ekspor masker sepanjang Januari tercatat sebesar 2,1 juta dollar AS. Kemudian pada Februari, nilai ekspor mengalami kenaikan hingga 34 kali lipat atau naik 3.480 persen yakni mencapai 75 juta dollar AS.

Sementara jika dibandingkan Februari tahun 2019, ekspor masker pada Februari 2020 mengalami kenaikan 75 kali lipat atau 74.600 persen.

Belakangan, setelah terjadi kelangkaan masker di tengah kepanikan virus corona, pemerintah memutuskan untuk menghentikan ekspor. Fenomena ekspor masker di tengah kelangkaan ini menuai kontroversi.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menerbitkan larangan dan pembatasan (Lartas) ekspor impor untuk barang masker. Kebijakan tersebut dilakukan agar kebutuhan masker masyarakat Indonesia terpenuhi.

"Kita akan terbitkan lartas produk masker untuk menjamin kebutuhan dalam negeri dan larangan ekspor. Ini disesuaikan sampe kebutuhan cukup, kalau lebih kami sesuaikan lagi," kata Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Halaman
123
Editor: tedja pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved