Virus Corona di Belitung

17 Sample Pasien RSUD H Marsidi Judono Belitung Sudah Berada di Laboratorium Kemenkes Jakarta

Terdapat 17 specimen atau sampel Pasien Dalam Pengawasan dan Orang dalam pemantauan dari RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung

17 Sample Pasien RSUD H Marsidi Judono Belitung Sudah Berada di Laboratorium Kemenkes Jakarta
IRNA
Ilustrasi virus corona. Makan malam satu keluarga berujung maut karena virus Corona. Bahkan sebabkan seorang ibu dan 2 anaknya meninggal serta 4 lainnya dalam perawatan. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Terdapat 17 specimen atau sampel Pasien Dalam Pengawasan dan Orang dalam pemantauan dari RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, Sabtu (21/3/2020) sudah berada di laboratorium kesehatan Kementrian di Jakarta.

Namun untuk hasil laboratorium itu hingga kini belum ada lantaran masih mengantri untuk pengujian laboratorium.

Hanya saja, 10 sampel dari 17 specimen tersebut kini sudah berada di petugas uji laboratorium kesehatan.

"Tadi kami sudah diberikan kabar, 10 specimen yang dikirimkan sebelumnya sudah di petugas uji lab. Kalau sudah seperti itu, kata mereka tidak lama. Paling cepat 24 jam sudah ada hasil nya," ungkap Direktur RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung dr Hendra kepada posbelitung.co, sabtu (21/3/2020).

Namun untuk informasi atau hasil dari uji laboratorium itu, tidak secara langsung diberikan ke RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung. Hasil ini akan disampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terlebih dahulu.

"Karena memang prosedurnya seperti itu, baru nanti disampaikan ke Dinas Kesehatan Belitung dan ke RSUD. Ya mudah - mudahan hasilnya, semua negatif. Terburuk ada yang positif, maka akan ada tindakan lebih lanjut terhadap pasien tersebut," ujarnya.

Terhitung untuk jumlah specimen yang diambil dari Orang Dalam Pemantauan dan Pasien Dalam Pengawasan, kini berjumlah 23 sampel.

Sampel ini dari 14 orang dan specimen yang belum dikirim ke Jakarta, untuk sekarang ada 5 sampel.

"Nanti kam i akan mengambil sampel lagi, ada 6 specimen dari 3 orang karena satu orang 2 VTM (virus transfer media). Rencana yang belum dikirim ini, besok akan kami kirim," jelasnya.

VTM atau tabung kecil untuk wadah virus, yang masih tersisa ada 6 VTM untuk 3 orang. Namun RSUD H Marsidi Judono Belitung sudah mengajukan ke Kementrian Kesehatan sebanyak 500 VTM.

"Kalau untuk penambah VTM, sampai saat ini belum ada, kami sudah minta lagi. Termasuk APD (Alat Pelindung Diri). Kami mengajukan 1.000 APD, tapi baru akan datang 15 APD dan kami juga berupaya minta bantuan kepada pihak yang dermawan agar semua petugas disini clear dan aman," jelasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)
 

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved