Virus Corona di Belitung

Mulai Senin, ASN Kabupaten Belitung Terapkan Bekerja di Rumah, Kecuali Dua OPD Kantor Pelayanan

Pemerintah Kabupaten Belitung, Senin (23/3/2020) besok mulai menerapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja di rumah

Mulai Senin, ASN Kabupaten Belitung Terapkan Bekerja di Rumah, Kecuali Dua OPD Kantor Pelayanan
Dokumen Pos Belitung
Ilustrasi - ASN usai mengikuti apel dan deklarasi netralitas ASN dalam Pemilu 2019 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemerintah Kabupaten Belitung, Senin (23/3/2020) besok mulai menerapkan  Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja di rumah sebagai bentuk pencegahan terhadap covid-19.

Penerapan sistem baru ini sudah menjadi keputusan Bupati Belitung melalui surat edaran. Tak semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang dirumahkan.

Untuk OPD yang bersifat pelayanan seperti Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perindustrian (DPMPTSPP) serta Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Belitung, tetap bekerja di kantor.

"Jadi mulai senin besok sudah menerapkan sistem bekerja di rumah. Ya kalau yang bersifat pelayanan seperti kantor satu pintu dan BPPRD tetap masuk kantor. Kalau dukcapil, mereka sudah menggunakan sistem online," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Belitung H MZ Hendra Caya kepada posbelitung.co, sabtu (21/3/2020).

Untuk penerapan sistem kerja tersebut tak berlaku untuk Pejabat Pimpinan Tinggi pratama setara Eselon II, Pejabat Administrasi setara Eselon III dan Pejabat Pengawasan setara Eselon IV, tetap masuk kantor.

"Itu hanya untuk staf saja. Sistem kerjanya nanti bisa online atau menggunakan pesan di aplikasi pesan singkat maupun via whatsapp. Selama kebijakan ini, tidak diberlakukan absensi sidik jari bagi pegawai, mereka absen secara manual. Termasuk apel pagi dan senam pagi juga ditiadakan," jelasnya.

Adanya sistem ini tak akan mengurangi hak pegawai, lantaran khusus untuk di Kabupaten Belitung menggunakan sistem tunjangan penghasilan pegawai (TPP).

"Jadi nanti mereka bekerja dari rumah itu tetap dihitung TPP nya. Ini mulai diberlakukan dari 23-31 Maret 2020, dan nantinya akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.

Ia mengatakan kebijakan bekerja dari rumah dapat disesuaikan oleh masing-masing kepala OPD. Dengan mengatur jadwal masuk dan menugaskan secara bergiliran serta disesuaikan dengan lingkup pelayanan dan beban kerja.

"Catatan maksimal 30 persen dari jumlah PNS pada OPD tersebut bekerja di kantor sedangkan para pegawai lainnya bekerja dari rumah," pungkasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved