Virus Corona di Belitung

Wabah Virus Corona, Keuskupan Pangkalpinang Putuskan Misa Mingguan Tanpa Kehadiran Umat

Keuskupan Pangkalpinang melakukan langkah konkrit terhadap upaya mencegah penularan Covid-19 atau Virus Corona.

Wabah Virus Corona, Keuskupan Pangkalpinang Putuskan Misa Mingguan Tanpa Kehadiran Umat
Dokumen Pos Belitung
Ilustrasi - Kegiatan Ibadah di Gereja Katolik Regina Pacis, Selasa (24/12/2019) malam 

Keuskupan Pangkalpinang melakukan langkah konkrit terhadap upaya mencegah penularan Covid-19 atau Virus Corona.

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Keuskupan Pangkalpinang yang menaungi gereja-gereja wilayah Bangka Belitung dan Kepulauan Riau melakukan langkah konkrit terhadap upaya mencegah penularan Covid-19 atau Virus Corona.

Melalui keputusan Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko memutuskan agar meniadakan Misa Mingguan yang melibatkan banyak umat Katolik selama 15 hari mulai 20 Maret -3 April 2020.

Biasanya perayaan misa di gereja Katolik diadakan sebanyak satu kali pada Sabtu dan tiga kali pada Minggu. Namun mulai besok perayaan misa mingguan akan diadakan tanpa kehadiran umat dan diganti dengan Misa Online.

Misa Online dimulai besok Minggu (22/3) yang dilaksanakan sebanyak dua kali pukul 08.00 pagi dan 17.00, dipimpin Uskup Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko OFM.

Umat Katolik dapat mengikuti Misa Online melalui live streaming Youtube Komsos Keuskupan Pangkalpinang dan Facebook Komsos Keuskupan Pangkalpinang.

Ketua Komsos Keuskupan Pangkalpinang, Romo Stefanus Tomeng  saat diwawancarai bangkapos.com mengatakan Misa Online sebagai bentuk solidaritas sosial gereja yang peka dengan situasi kemanusiaan untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Gereja menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.Kita menjalankan solidaritas sosial untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona," ujar Romo Stefanus Tomeng, Sabtu malam (21/3).

Pada Misa Online umat memang tak menerima hosti, namun umat yang mengikuti Misa Online diwajibkan memperhatikan etika dan tata cara yang sudah diatur.

“Untuk orang Timur mungkin tak biasa, merasa ada sesuatu yang kurang. Tapi kondisi darurat seperti ini umat bisa mamaknai persekutuan batin. Umat diajak mengikuti ritual misa dengan salib dan lilin di atas meja yang pantas. Jadi situasinya mereka sedang berdoa,”

Halaman
12
Penulis: Ardhina TS (O1)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved