Virus Corona di Bangka Belitung

Satu WNA Bangladesh Gejala Covid-19 Diisolasi di RSUD Depati Bahrin, 7 Kembali ke Pangkalpinang

Dari 8 orang WNA Bangladesh, 1 orang PDP diisolasi di RSUD Depati Bahrin dan 7 orang ODP saat ini berada di Markas Jamaah Tabligh Pangkalpinang

Satu WNA Bangladesh Gejala Covid-19 Diisolasi di RSUD Depati Bahrin, 7 Kembali ke Pangkalpinang
Bangkapos/Ramandha
Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangka saat menggelar jumpa pers bersama sejumlah awak media. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Beberapa orang Warga Negara Asing (WNA) asal Dhaka, Bangladesh, yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) sudah mendapat penanganan dari Tim RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Hal tersebut disampaikan oleh, Kepala Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangka, Andi Hudirman kepada sejumlah awak media, Minggu (22/3/2020) sore, di Kantor BPBD Bangka.

Dia mengatakan, untuk WNA Bangladesh tersebut berjumlah 8 orang, sementara satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertugas mengantarkan kedelapan WNA itu, hingga saat ini sedang dalam pencarian.

"Jadi ada yang mengatakan delapan, ada yang mengatakan tujuh. Yang pastinya itu delapan orang Bangladesh. Yang satunya itu melayu," jelas Andi Hudirman, yang juga Sekda Bangka.

Sekda Bangka itu menyampaikan, pada saat memasuki wilayah Bangka Belitung (Babel) melalui Bandara Depati Amir Pangkalpinang, rombongan sendiri berjumlah 9 orang beserta WNI yang bertugas mengantar para WNA Bangladesh.

Ia melanjutkan, dari bandara, rombongan tidak langsung menuju ke Masjid Mifrahul Ulum, Kampung Air Asam, Kelurahan Air Asam, Kecamatan Belinyu.

Karena pada tanggal 13 Maret 2020 sesuai data keimigrasian di paspor rombongan mendarat di Bandara Depati Amir, lalu menuju Markas Jamaah Tabligh yang berlokasi di belakang Kantor CPM, Pangkalpinang.

"Setelah tanggal 13 Maret, mereka melapor dan mendapat surat jalan dari lurah setempat, lalu menuju ke salah satu masjid yang ada di Wilayah Baturusa pada 17 Maret. Setelah itu mereka berpindah menuju ke Kampung Asam, Belinyu pada tanggal 21 Maret 2020," terangnya.

Menurutnya, penanganan dari pihak kelurahan serta kecamatan di Belinyu, dinilai sudah sangat cepat.

Karena, pada saat rombongan WNA tersebut datang pada waktu dzuhur, lalu menjelang ashar WNA atas nama Ahmed Samsudin (84) yang dalam keadaan sakit, dibawa menuju RS Eko Maulana Ali, Belinyu.

"Sudah dilakukan percepatan penanganan terlebih dulu, melihat Pak Ahmed itu gejala panas, langsung dievakuasi ke RS Eko Maulana Ali, dilanjutkan ke RSUD Depati Bahrin, Sungailiat dan saat ini masih di sana," lanjutnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka, Ansori Muslim menegaskan, satu orang yang sebelumnya masih berstatus ODP, kini sudah berganti menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan saat ini sedang diisolasi di satu diantara ruang RSUD Depati Bahrin.

Sementara, untuk ketujuh orang WNA Bangladesh lainnya, sudah kembali ke Markas Jamaah Tabligh di Pangkalpinang dan sudah dilakukan karantina oleh pihak terkait dengan status ODP.

"Satu orang (WNI) yang nyopir bawa rombongan, itu ODP juga. Tapi, sampai sekarang masih dikroscek keberadaannya," sebut Ansori.

"Yang di RSUD Depati Bahrin itu juga, secepatnya akan segera dirujuk ke RSUP Insinyur Soekarno, mengingat fasilitas di RSUD Depati Bahrin masih terbatas," pungkasnya. (Bangkapos.com/Ramandha)

Editor: Hendra
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved