Breaking News:

Apakah Pilkada 2020 Ditunda saat Wabah Virus Corona?

Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menerbitkan surat keputusan penundaan tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

KPU
KPU Tunda 4 Tahapan dalam Pilkada Serentak 2020. 

Ia mengatakan, berdasarkan imbauan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan social distancing.

Serta status darurat bencana corona yang berlaku sampai 29 Mei 2020, maka menurut Agus keputusan penundaan tahapan Pilkada adalah hal yang tepat.

"Semua kegiatan yang mengarah pada kebijakan publik dan pelayanan publik itu diharapkan menyesuaikan dengan kebijakan negara atau pemerintah," ujar Agus saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh Tribunnews.com, Minggu (22/3/2020).

Ia menegaskan, bahwa Pilkada merupakan bagian dari kebijakan publik yang menyangkut soal partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala daerah serentak 2020.

Sementara untuk virus corona merupakan suatu keadaan darurat.

"Kalau adanya virus ini kan harus dianggap sebagai keadaan darurat ya."

"Kalau kita baca di Pasal 120 sampai 122 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada itu di atur sedemikian rupa mengenai keadaan tertentu."

"Salah satu di antaranya adalah karena bencana, maka sebagian tahapan Pilkada itu bisa ditunda pelaksanaannya atau diteruskan pada pemilu berikutnya," jelas Agus.

Untuk empat tahapan Pilkada yang ditunda KPU itu, Agus mengatakan semua tahapan itu rencananya memang diadakan pada bulan Maret-Mei 2020.

"Kalau kita mengikuti BNPB kan ditetapkan (darurat bencana) 29 Februari-29 Mei 2020, tahapan di situ memang ada empat ini yang ditunda oleh KPU," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: tidakada008
Editor: Fitriadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved