Virus Corona di Bangka Belitung

Penjelasan Imigrasi Tanjungpandan terkait Penghentian Sementara Layanan Visa Bagi WNA

Hal ini berlandaskan kebijakan Keimigrasian mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 8 Tahun 2020.

Penjelasan Imigrasi Tanjungpandan terkait Penghentian Sementara Layanan Visa Bagi WNA
posbelitung.co / Ferdi Aditiawan
Kepala Seksi (Kasi) Teknologi dan Komunikasi Kantor Imigrasi TPI kelas II Tanjungpandan Hendra Adhiwibowo 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kantor Imigrasi kelas II TPI Tanjungpandan menghentikan sementara pemberian bebas Visa kunjungan, dan Visa kunjungan saat kedatangan, serta pemberian izin tinggal keadaan terpaksa bagi Warga Negara Asing (WNA) yang ingin berkunjung ke Indonesia.

Hal ini berlandaskan kebijakan Keimigrasian mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 8 Tahun 2020.

Adapun pemberhentian terhitung mulai Jumat, (20/3/2020) yang lalu sampai batas waktu yang tidak ditentukan, dan berlaku disetiap daerah di Indonesia.

Kepala Seksi (Kasi) Teknologi dan Komunikasi Kantor Imigrasi TPI kelas II Tanjungpandan Hendra Adhiwibowo menyampaikan dalam permenkumham tersebut menerangkan tiga hal yakni: 

Bahwa dilakukan penghentian sementara pemberian bebas visa kunjungan bagi orang asing penerima bebas visa kunjungan.

Diberhentikan sementara pemberian visa kunjungan saat kedatangan, serta terakhir bagi warga negara asing yang hendak berkunjung ke Indonesia dapat mengajukan visa kepada perwakilan Republik Indonesia yang ada di luar negeri dengan melengkapi beberapa persyaratan meliputi:

Harus melampirkan surat keterangan sehat dalam bahasa Inggris dari otoritas kesehatan masing-masing negara.

Telah berada selama 14 hari di negara yang bebas virus corona (covid-19).

Sedangkan terakhir bersedia dikarantina selama 14 hari yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

"Kalau tidak bisa memenuhi otomatis permohonan visa yang diajukan ditolak," kata Hendra Adhiwibowo kepada posbelitung.co, Senin (23/3/2020).

Dikatakan Hendra, apabila warga negara asing yang saat ini berada di Indonesia dan tidak bisa pulang karena terkena dampak lock down (tidak ada penerbangan) akibat wabah virus corona maka dapat diberikan izin tinggal keadaan terpaksa.

Sedangkan bagi warga negara asing pemegang izin tinggal terbatas (Itas) dan izin tinggal tetap (Itap) yang saat ini berada di luar negeri dan tidak bisa masuk ke Indonesia karena wabah virus corona, maka dapat dilakukan perpanjangan izin tinggal.

"Masa berlaku izin tersebut (Itas dan Itap- red) selama satu bulan," ujar Hendra Adhiwibowo 

"Untuk saat ini Imigrasi Tanjungpan belum mengeluarkan pemberian izin tinggal keadaan terpaksa bagi warga negara asing karena belum ada yang mengajukan," tukasnya. (posbelitung.co / Ferdi Aditiawan)

Penulis: Ferdi Aditiawan
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved