Virus Corona

Cerita Warga Belitung Timur yang Tinggal di Jakarta Saat Wabah Virus Corona Menerpa Indonesia

Kegiatannya di rumah yakni main game, nonton film via Netflix, hingga beberes kantornya.

Cerita Warga Belitung Timur yang Tinggal di Jakarta Saat Wabah Virus Corona Menerpa Indonesia
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pekerja melintas di Terowongan Kendal Jakarta, Senin (23/3/2020). Pemprov DKI Jakarta mengumumkan tanggap darurat virus corona (Covid-19) sejak 23 Maret 2020 hingga 14 hari ke depan dan menghimbau pekerja bekerja dari rumah. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

POSBELITUNG.CO, BELITUNGTIMUR - "Jangan sampai jadi carrier (pembawa virus), mending tetap di sini sampai keadaan pulih," kata Anthony seorang warga Manggar, Belitung Timur yang saat ini tinggal di Jakarta ketika ditanya adakah rencana pulang ke Belitung saat merebaknya virus corona akhir-akhir ini.

Ia sebagai pengusaha di Jakarta juga merasakan dampak dari virus mematikan ini.

Dirinya harus menutup sementara usahanya sampai waktu yang belum diketahui.

"Tak punya pilihan. Harus tetap di rumah aja supaya meminimalisir penyebaran virus ini," kata Anthony kepada posbelitung.co, Selasa (24/3/2020).

Sudah tiga hari lelaki berusia 25 tahun ini mengisolasi dirinya.

Kegiatannya di rumah yakni main game, nonton film via Netflix, hingga beberes kantornya.

"Tak lupa juga buat olahraga supaya bisa memaintain kesehatan. Karena kan kalo di rumah aja otomatis jarang gerak fisik jadi harus ekstra olahraganya," kata laki-laki lulusan SMA Negeri 1 Manggar ini.

Ia juga mengaku akan melaksanakan Chengbeng dari rumah saja.

Biasanya di waktu-waktu sekarang ini dia pulang ke Belitung untuk mendoakan para leluhur yang sudah mendahuluinya.

"Biasanya tiap tahun pulang. Tapi karena memang kondisi tidak memungkinkan jadinya ditunda dulu. Kebetulan banyak keluarga juga di sini jadi tidak merasa sendirian," akunya.

Lain Anthony lain Etty Nopriantika. Perempuan asal Manggar yang juga tinggal di Jakarta mengatakan tidak terlalu signifikan perbedaannya karena dirinya biasa bekerja dari rumah by phone.

Namun, lanjutnya, dari lingkungannya tinggal juga masih beraktivitas seperti biasa. Masih ramai orang, toko-toko tetap buka, dan masih ada penjual sayur pada pagi hari.

"Tapi tetap was-was juga. Harus waspada. Saya tidak keluar rumah jika memang tidak ada urusan penting," kata Etty yang tinggal di kawasan Kemayoran.

Ia mengaku sudah rindu dengan Belitung dan berencana akan segera pulang saat nanti kondisi sudah memungkinkan. Ia berharap virus yang berasal dari Wuhan Tiongkok ini segera berakhir sehingga tidak ada lagi yang kesusahan karenanya.

"Banyak teman-teman saya pengusaha yang gulung tikar karena sepi orderan. Semoga virus ini cepat berlalu dan semoga Pulau Belitung tercinta bisa terhindar dari virus mematikan ini," harapnya. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved